
MetronusaNews.id | GUNTING SAGA, KUALUH HULU – 4 Agustus 2026. Harapan warga Gunting Saga untuk melihat bandar narkoba berinisial Y alias Yogi dibawa ke penjara kembali pupus. Tim penyelidikan BNNK Labuhanbatu Utara yang turun ke lokasi transaksi di wilayah ini pada Selasa (4/8/2026) hanya menemukan tempat yang baru saja ditinggalkan. Tidak ada pelaku, tidak ada sabu—hanya sisa bukti yang mempertontonkan betapa cepatnya target tahu rencana operasi.
Di lokasi yang selama ini dijadikan lapak utama beroperasi, petugas mendapati pemandangan yang sangat janggal: kursi dan payung tempat mereka biasa mangkal masih terpasang rapi, serta tumpukan plastik klip transparan bekas wadah sabu berserakan. Semuanya menunjukkan bahwa beberapa saat sebelum tim tiba, tempat itu masih ramai bertransaksi. Sang bandar Yogi dan kaki tangannya seolah sudah mendapat peringatan cukup waktu untuk melarikan diri.
“Kondisi di lapangan sangat mencurigakan. Tempat ini baru saja ditinggalkan. Tidak mungkin mereka pergi begitu saja tanpa alasan jelas sebelum kami tiba di titik lokasi,” ungkap sumber di lokasi.
SIAPA YANG MEMBOCORKAN RAHASIA NEGARA?
Kegagalan sergap ini memunculkan pertanyaan besar yang tak bisa lagi diabaikan: Bagaimana mungkin rencana operasi yang seharusnya rahasia bisa tercium lebih dulu oleh pelaku? Dugaan terkuat mengarah pada adanya oknum yang sengaja membocorkan pergerakan tim BNNK Labura.
Jika ini benar, berarti ada tangan di dalam yang melindungi jaringan Yogi. Berarti pula bahwa keberanian bandar ini beroperasi secara bebas selama ini bukan tanpa alasan—ia tahu kapan harus lari, berkat informasi dari pihak yang seharusnya menindaknya.
TEMUAN INI BUKTI NYATA, BUKAN RUMOR
Meski tidak menangkap pelaku langsung, barang petunjuk yang ditemukan sudah cukup menjadi bukti sahih. Tidak ada debat lagi: peredaran sabu di Gunting Saga itu nyata, terorganisir, dan berjalan lancar.
Warga dan media menuntut dua hal mutlak kepada BNNK Labura:
1. Lanjutkan penyelidikan tanpa henti, gunakan jejak yang ada untuk menjerat Yogi beserta jaringannya sampai tuntas.
2. Usut tuntas siapa yang membocorkan operasi ini. Kebocoran informasi adalah pengkhianatan terhadap keamanan daerah dan keselamatan generasi muda.
Publik tak mau lagi melihat operasi hanya berujung pada temuan plastik kosong dan kursi yang ditinggalkan. Rakyat menagih hasil nyata, penangkapan, dan kejelasan siapa yang membiarkan kejahatan ini terus berlindung.
