Aliansi Warga Gunung Giyana Bersatu Dukung Bidan Desa, Desak Oknum Kadus Diproses

  • Bagikan

Metronusa News, Banjarnegara, Jawa Tengah – Seorang oknum Kepala Dusun (Kadus) inisial B. di Desa Gunung Giyana, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, diduga melakukan tindakan tidak pantas dengan memasuki rumah seorang bidan desa berinisial H (41) tanpa izin. Peristiwa tersebut terjadi pada 7 April 2026 sekitar pukul 11.50 WIB.

Selain itu, oknum tersebut juga diduga menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait dugaan perselingkuhan yang menyeret nama bidan desa tersebut. Informasi tersebut memicu keresahan sekaligus reaksi dari masyarakat setempat.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula saat rumah dalam kondisi kosong karena bidan desa sedang tidak berada di tempat. Di dalam rumah hanya terdapat anaknya, Nadin (17), yang saat itu sedang sakit. Saat keluar dari kamar mandi, Nadin mengaku melihat seseorang yang diduga oknum Kadus sudah berada di dalam rumah. Menyadari kehadirannya diketahui, yang bersangkutan disebut langsung melarikan diri melalui jendela dan meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor.

Nadin kemudian menghubungi ibunya melalui pesan WhatsApp untuk melaporkan kejadian tersebut. Selanjutnya, bidan desa melaporkan peristiwa itu kepada Kepala Desa Gunung Giyana. Pihak desa disebut akan memanggil oknum Kadus untuk memberikan klarifikasi.

Namun, beberapa hari setelah kejadian, muncul kabar yang beredar di masyarakat terkait dugaan perselingkuhan yang ditujukan kepada bidan desa tersebut. Kabar tersebut dinilai tidak berdasar dan membuat yang bersangkutan merasa tertekan. Bahkan, demi alasan keamanan dan kenyamanan, bidan desa bersama anaknya sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat.

Merespons situasi tersebut, warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Gunung Giyana Bersatu menyatakan dukungan kepada bidan desa. Mereka menilai bidan tersebut telah mengabdi selama 16 tahun dan tidak layak menerima perlakuan yang dianggap merugikan nama baiknya.

Salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya, mewakili aliansi warga, mendesak agar oknum Kadus yang bersangkutan mengundurkan diri dari jabatannya. Ia juga meminta pihak berwenang untuk menindaklanjuti kasus ini secara transparan dan objektif.

“Kami berharap proses ini berjalan adil dan tidak merugikan pihak mana pun. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjaga kondusivitas serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari oknum Kadus yang bersangkutan terkait dugaan tersebut.

(Team)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *