
MetronusaNews.id | Tangerang — Proyek pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) di Desa Ancol Pasir, RT 004/RW 004, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menjadi sorotan. Pasalnya, saat dilakukan pemantauan di lokasi pada 14–15 September 2026, tidak terlihat adanya papan informasi proyek. Kondisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para pekerja juga dipertanyakan.
Ketiadaan papan informasi tersebut membuat sejumlah informasi penting terkait proyek, seperti sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana kegiatan, serta jangka waktu pelaksanaan, tidak dapat diketahui secara terbuka oleh masyarakat di lokasi.
Dalam konteks transparansi pekerjaan konstruksi yang menggunakan anggaran pemerintah, papan informasi proyek menjadi salah satu sarana penting agar masyarakat dapat mengetahui identitas dan informasi dasar kegiatan yang sedang berlangsung.
Saat ditemui di lokasi, salah seorang pekerja yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebut proyek tersebut merupakan pekerjaan melalui pihak Kecamatan Jambe. Ketika ditanyakan mengenai papan informasi proyek, pekerja tersebut mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut dan menyebut hal itu merupakan urusan mandor bernama Jaelani.
“Soal papan informasi itu urusan mandor Jaelani,” ujar pekerja tersebut.
K3 Pekerja Juga Dipertanyakan
Selain persoalan transparansi, kondisi keselamatan kerja di lokasi juga menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan, sejumlah pekerja disebut tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja yang memadai.
Seorang pekerja mengungkapkan bahwa fasilitas K3 disebut tidak diberikan oleh pihak mandor maupun perusahaan pelaksana. Bahkan, terdapat pekerja yang bekerja menggunakan sandal jepit dan ada pula yang disebut bekerja tanpa alas kaki ketika melakukan pekerjaan pengadukan semen dan pasir.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja selama proyek berlangsung, khususnya terkait kewajiban pihak pelaksana untuk memastikan pekerja memperoleh perlindungan keselamatan yang memadai.
Pengawasan Lapangan Dipertanyakan
Sorotan lainnya adalah dugaan minimnya pengawasan di lokasi pekerjaan. Media yang melakukan pemantauan pada dua hari berbeda mempertanyakan siapa pihak yang bertanggung jawab memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan keselamatan kerja, serta prinsip transparansi proyek.
Persoalan serupa, menurut hasil pemantauan awak media, juga disebut ditemukan pada sejumlah kegiatan pembangunan di beberapa desa di wilayah Kecamatan Jambe. Namun, setiap temuan tetap perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait agar informasi yang disampaikan kepada publik berimbang.
Upaya konfirmasi kepada salah satu pihak yang disebut berkaitan dengan pemberian pekerjaan telah dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh tanggapan.
Perlu Klarifikasi dari Pihak Terkait
MetronusaNews.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak Kecamatan Jambe, pelaksana proyek, mandor Jaelani, maupun pihak terkait lainnya untuk menjelaskan status proyek, sumber dan nilai anggaran, mekanisme pelaksanaan, pengawasan, serta penerapan K3 di lapangan.
Publik berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai proyek pembangunan sarana air bersih, terlebih apabila kegiatan tersebut menggunakan anggaran pemerintah. Transparansi, keselamatan pekerja, dan pengawasan menjadi bagian penting yang perlu dipastikan selama proses pembangunan berlangsung.
