
MetronusaNews.id | LABURA –
Wajah Kampung Pajak, desa di Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kini ternoda parah. Di balik nama desa yang sederhana, wilayah ini justru berubah menjadi lahan paling subur peredaran sabu di seantero Kecamatan Na IX-X Sosok bernama Ipul kini mencuat tajam sebagai penguasa tunggal jaringan gelap itu, beroperasi seolah kebal hukum, dan warga makin tak berdaya menahan ancaman narkotika yang merajalela.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebut, jaringan yang diduga dikomandoi Ipul bergerak sangat terorganisir. Sabu tidak lagi disembunyikan, melainkan beredar luas di setiap sudut desa dari pinggir jalan hingga lingkungan pemukiman. Pemuda desa makin banyak terjerumus, ketertiban hancur, dan Kampung Pajak kini dijuluki warga sebagai “pasar gelap narkotika” yang tak tersentuh.
“Semua orang di sini tahu siapa Ipul dan kuasanya. Barangnya masuk lancar, dijual bebas, dan seolah tak ada yang berani menindak. Desa kami bukan lagi tempat tinggal yang aman, tapi ladang untung bagi pengedar nakal,” ungkap warga yang tak ingin namanya disebut, gemetar menahan amarah dan ketakutan.
Kondisi ini memicu kemarahan besar masyarakat. Mereka mempertanyakan keberadaan Polsek NA IX-X yang membawahi wilayah tersebut apakah pengawasan benar-benar dijalankan,
atau justru ada yang sengaja membiarkan kejahatan ini berakar kuat?
Masyarakat menuntut tegas Polsek NA IX-X dan aparat terkait harus segera turun tangan! Jangan biarkan satu orang menguasai nasib keamanan ratusan warga. Lacak jejak, gerebek markas, dan tangkap Ipul beserta seluruh jaringannya. Kampung Pajak bukan milik pengedar narkotika, melainkan milik warga yang mendambakan lingkungan bersih dan aman.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan penguasaan peredaran sabu oleh Ipul di Kampung Pajak. Warga berjanji tak akan diam lagi jika kelambatan terus berlanjut.
