Tuntutan Tetap Sama Segera Bertindak, Jangan Biarkan Kejahatan Berjalan Karena Diamnya Aparat

  • Bagikan

MetronusaNews.id | Labuhanbatu – Pertanyaan sederhana terkait dugaan peredaran narkotika jenis sabu yang diduga dikendalikan oleh Andi alias Galang Napitupulu dan Hendry di kawasan Simpang Rawa, tepatnya di kebun sawit milik Lelek, ternyata terlalu berat untuk dijawab oleh Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Hardiyanto, S.H., M.H. Saat tim media meminta konfirmasi secara resmi, Kasat Narkoba justru memilih BUNGKAM tak satu kata pun penjelasan yang diberikan.

Padahal informasi yang beredar bukan lagi hal yang tersembunyi di balik tembok. Transaksi sabu dikabarkan berlangsung terang-terangan, siang maupun malam, di lokasi yang diketahui semua warga. Pelaku yang diduga mengendalikan peredaran itu pun bukan orang asing mereka adalah dua pengawal yang bekerja di lokasi tersebut, Andi alias Galang Napitupulu dan Hendry. Bahkan Kepala Desa Sennah, Horas Sihombing, serta pemilik kebun sendiri, Lelek, telah angkat bicara dan menuntut agar segera ditindak.

Namun ketika awak media mencoba mendapatkan penjelasan resmi dari pihak yang paling berwenang memberantas narkoba di wilayah itu jawabannya DIAM.

“Kami mengirimkan pesan konfirmasi yang jelas, sopan, dan berisi pertanyaan mendasar: apakah sudah ada laporan? Apakah sudah ada penyelidikan? Kapan akan bertindak? Tapi hingga batas waktu yang ditentukan, tidak ada satu pun balasan. Tidak ada penjelasan, tidak ada penyangkalan, tidak ada janji. hanya Kebijaksanaan diam” ungkap tim media.

Kebisuan Kasat Narkoba ini justru menimbulkan pertanyaan yang jauh lebih besar dan jauh lebih mengkhawatirkan di kalangan masyarakat

Mengapa diam? Apakah informasi itu benar dan belum ada langkah apa pun yang diambil? Atau justru ada hal yang sengaja ditutupi? Apakah hukum di Simpang Rawa memang mati kaku?

Warga berhak tahu apa yang sedang dilakukan aparat yang mereka percayai untuk menjaga keamanan. Dan ketika pertanyaan sederhana saja tak dijawab, kesan yang muncul bukanlah kerahasiaan penyelidikan melainkan ketidakpedulian, atau yang lebih buruk ketidakberdayaan di hadapan bandar narkoba.

“Kami tidak meminta rahasia negara. Kami hanya meminta konfirmasi apakah pihak berwenang tahu apa yang terjadi di wilayahnya. Jika tahu, apa rencananya? Itu hak publik untuk tahu. Tapi ketika dijawab dengan kebisuan, kami makin yakin bahwa di Simpang Rawa, narkoba berjalan lebih cepat daripada hukum.” tegas warga yang terus memantau perkembangan ini.

Kini kebisuan Kasat Narkoba itu sendiri menjadi berita besar. Karena di tengah maraknya peredaran sabu yang merusak generasi muda, kebisuan pihak berwenang sama saja dengan memberi izin untuk terus berbuat.

Satresnarkoba Polres Labuhanbatu kebisuan Anda tidak akan membungkam kebenaran. Kebenaran itu ada di kebun Lelek, di Simpang Rawa, dan di mata seluruh warga yang menunggu tindakan nyata. Dan semakin lama Anda diam, semakin jelas siapa yang sebenarnya berkuasa di wilayah itu.

Penulis: I. ManurungEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *