
Metronusanews.id |Lebak,Banten – Proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Cigoong Utara dengan Desa Sumur Bandung di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten Jadi Sorotan tajam Forum Warga Bersatu Banten (Forwatu Banten).
Pasalnya, Proyek dengan nilai 4.635.236.000 (Empat Milyar enam ratus tiga puluh lima juta Dua ratus tiga puluh enam ribu rupiah) yang bersumber dari APBN melalui kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga tersebut diduga dikerjakan Asal Jadi.


Dari pantauan Tim Fowatu Banten dilapangan terlihat kondisi bronjong batu yang tidak terisi dengan padat serta perakitan kotak kawat yang diduga asal jadi sehingga berdampak pada kualitas kontruksi.
” Struktur bronjong ini merupakan tumpukan batu yang di rakit dengan Baja galvanis atau kawat baja yang berfungsi untuk mencegah erosi dan menahan longsor ditepi sungai jika kondisi utama ini tidak berfungsi dengan baik maka kontruksi dipastikan tidak akan bertahan lama ” Ujar Humas Forwatu Banten Agus Sugianto Wibowo. Jumat, 28/08/2026.

Selain itu, menurut Agus proyek yang dikerjakan oleh PT. Wealthy International tersebut diduga masih jauh dari standar yang telah di rancang dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB), baik dari volume, mutu dan kualitas bangunan diduga tidak sesuai dengan speck.
“Kami akan menggelar aksi massa di depan kantor BPJN Banten agar ini dilakukan evaluasi menyeluruh serta meminta untuk menunda Sarah terima bangunan sebelum dipastikan kualitas kontruksi sesuai dengan standar dalam RAB” Tegasnya.
Catatan Redaksi :
Berita ini disusun berdasarkan hasil investigasi lapangan dan keterangan sejumlah narasumber. awak media menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta memberikan ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang berkaitan dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
