SULAP LIMBAH TAHU JADI EMAS HIJAU, PUSKESMAS KERTAHAYU CIPTAKAN POC GAGAYUNAN

  • Bagikan

MetronusaNews.id | PAMARICAN – Upaya mengatasi persoalan pencemaran lingkungan akibat limbah industri tahu terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor. UPTD Puskesmas Kertahayu bersama UPTD Pertanian melaksanakan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar limbah cair tahu dengan nama “POC GAGAYUNAN” di Dusun Sukamaju, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican. Kamis (1/10/2026)

Kegiatan ini sekaligus mempersiapkan penerapan inovasi Instalasi Pengolahan Air Limbah IPAL TSS ODZW (One Day Zero Waste), sebuah terobosan untuk pengelolaan air limbah tahu secara terpadu dan berkelanjutan.

Limbah cair tahu selama ini menjadi masalah serius bagi lingkungan. Jika dibuang sembarangan, limbah tersebut berpotensi mencemari air, tanah, dan udara. Bau menyengat yang ditimbulkan kerap memicu keluhan masyarakat, perselisihan antarwarga, hingga konflik antara pelaku usaha dan lingkungan sekitarnya.

Melalui praktik pembuatan POC GAGAYUNAN, limbah yang sebelumnya menjadi sumber pencemaran kini diarahkan menjadi bahan baku produk yang bermanfaat. Limbah cair tahu diolah melalui proses fermentasi anaerob atau tanpa oksigen sehingga menghasilkan pupuk organik cair yang kaya akan asam amino, hormon pertumbuhan tanaman seperti sitokinin dan auksin, serta senyawa antimikroba yang berfungsi sebagai pestisida hayati.

Inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan beban pencemaran, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Petani dapat memanfaatkan POC GAGAYUNAN untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman dengan biaya yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Selain POC, pengembangan IPAL TSS ODZW diharapkan menjadi pelengkap sistem pengolahan limbah. Dengan pendekatan ini, penanganan limbah tidak hanya berfokus pada pengolahan akhir, tetapi juga pada upaya memaksimalkan potensi pemanfaatan hasil olahan agar benar-benar zero waste.

Kepala UPTD Puskesmas Kertahayu, Tatang Hidayat, SKM., M.K.M., mengatakan kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan kesehatan tidak cukup hanya melalui pelayanan medis. Kualitas lingkungan, sanitasi, keamanan sumber air, serta pengelolaan limbah usaha sangat menentukan derajat kesehatan masyarakat.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci menghadirkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan sesuai karakteristik wilayah. Persoalan limbah yang berpotensi menjadi sumber masalah sosial didorong untuk ditangani melalui inovasi dan keterlibatan berbagai pihak.

Ke depan, inovasi POC GAGAYUNAN dan IPAL TSS ODZW diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi sentra industri tahu lainnya, khususnya wilayah yang menghadapi persoalan serupa.

Dengan konsistensi penerapan teknologi, pengujian kualitas produk, dukungan pemerintah, dan partisipasi masyarakat, limbah tahu diharapkan berubah dari beban menjadi berkah: lingkungan lebih bersih, petani untung, masyarakat sehat.

UPTD Puskesmas Kertahayu — Melayani dengan Hati, Menuju Masyarakat Sehat.

Penulis: UjangEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *