
MetronusaNews.id | Papua Barat Daya – Kabar duka menyelimuti masyarakat Aitinyo, Kabupaten Maybrat, dan keluarga besar MIMATE di Papua Barat Daya. Bapak Andarias Antoh, S.Sos., M.Si. telah berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa pada Senin, 15 Juni 2026. Kepergian beliau menjadi kehilangan yang sangat mendalam bagi masyarakat Kabupaten Maybrat, Sorong Selatan, Aitinyo Raya, serta Tanah Papua secara umum.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang bersahaja, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Kesan itulah yang terus melekat di hati setiap orang yang pernah mengenal dan bekerja bersama beliau.
Yunus Baho, S.E., M.Ec.Dev., mewakili kaum intelektual Aitinyo dan MIMATE, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhum.
“Kami sangat kehilangan sosok Bapak Andarias Antoh, S.Sos., M.Si. Beliau adalah birokrat tulen yang mendedikasikan hidupnya untuk pelayanan publik. Semasa kepemimpinannya, beliau dikenal menjunjung tinggi prinsip pemerataan, keterbukaan, dan sikap mengayomi. Beliau bukan pejabat yang menjaga jarak, melainkan sosok seorang bapak yang selalu mendengarkan serta merangkul bawahannya,” ujar Yunus Baho.
Menurutnya, jiwa kesederhanaan almarhum tetap terasa meskipun beliau menduduki berbagai jabatan penting. Sosok beliau menjadi panutan bagi masyarakat Kabupaten Maybrat dan Tanah Tehit, khususnya saat menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sorong Selatan periode 2004–2009.
Yunus menambahkan bahwa almarhum telah meletakkan fondasi yang kuat bagi generasi muda Aitinyo dan MIMATE. Oleh karena itu, generasi penerus diharapkan terus mengingat, menjaga, dan melanjutkan nilai-nilai serta perjuangan yang telah diwariskan oleh beliau.
“Di tengah era ketika integritas sering kali diuji, almarhum selalu berdiri sebagai teladan yang kokoh. Beliau berkomitmen menjalankan roda pemerintahan secara bersih, jujur, dan berpegang teguh pada aturan. Karena itulah beliau menjadi figur yang dipercaya dan dihormati masyarakat,” lanjutnya.
Atas kepergian almarhum, masyarakat Aitinyo, MIMATE, dan Kabupaten Maybrat merasa kehilangan salah satu figur publik terbaik yang pernah dimiliki daerah ini.
Sementara itu, Origenes Antoh, S.T., M.Sc., mewakili keluarga besar, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, sahabat, dan kerabat yang mengenal almarhum.
“Kami sekeluarga memohon maaf apabila semasa hidup almarhum terdapat kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Kami juga mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian yang diberikan kepada keluarga,” ujarnya.
Menurut keluarga, almarhum merupakan sosok pengayom yang selalu membawa kedamaian dan kebijaksanaan dalam setiap persoalan masyarakat. Beliau kerap menjadi penengah di tengah berbagai perbedaan, lintas suku maupun golongan.
Sebagaimana pepatah mengatakan:
“Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama.”
Warisan kebaikan, dedikasi, pengabdian, dan kasih yang telah ditanamkan oleh almarhum akan tetap hidup dan terus menginspirasi banyak orang, meskipun sosoknya telah tiada.
Selamat jalan, Bapak Andarias Antoh, S.Sos., M.Si.
Semoga damai bersama Tuhan di Yerusalem Baru dan dikenang sepanjang masa atas pengabdian serta keteladanan yang telah diwariskan kepada masyarakat.
