Pembangunan TPA Nurul Ikhsan Diduga Berpotensi Merugikan Negara 

  • Bagikan

MetronusaNews, Cilacap – Dugaan Pembangunan TPA Nurul Iksan tidak sesuai dengan Spesifikasi, diketahui setelah tim melakukan Kroscek lapangan dan konfirmasi dengan pihak-pihak terkait. Seperti pekerja lapangan, pengawas dan juga kepala sekolah.

Yang mana TPA Nurul Iksan mendapatkan bantuan dari program Revitalisasi sebesar Rp.812.121.000 dengan mempergunakan Anggran Pendapatan Negara (APBN). Dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dari hasil Konfirmasi dengan TN selaku pekerja lapangan menjelaskan kepada Tim Media. Bahwa untuk penggunaan Usuk menggunakan kayu albiso dan untuk kayu reng menggunakan kayu Klepu dan berdasarkan keterangan pekerja bahwa untuk Konsultan Pengawas berinisial MT dan untuk mandor atau kepala tukang adalah SG.

Dari keterangan yang didapat dari pekerja, Tim melakukan Konfirmasi dengan MT melalui via WhatsApp. Hasil dari konfirmasi dengan MT. MT menjelaskan dengan Tim Media bahwa didalam Pekerjaan Pembangunan TPA Nurul Ikhsan tidak ada konsultan hanya sipat nya pribadi. Selanjut nya MT juga menjelaskan bahwa untuk kuda-kuda menggunakan kayu kelas 2 termasuk gording menggunakan kayu kelas 2. Untuk yang lainya menggunakan kayu kelas 3 seperti usuk dan ring, ujarnya.

Pernyataan MT dibantah oleh Kepala Sekolah, setelah Tim Media Konfirmasi. Menurut Kepala Sekolah bahwa pekerjaan sudah sesuai spesifikasi. Setelah itu Kepala Sekolah mengirim gambar detail ke Tim Media. Bantahan Kepala Sekolah kepada MT. Karena didalam gambar detail menjelas kan untuk kayu kuda-kuda menggunakan kayu keruing untuk kayu gording menggunakan kayu keruing dan untuk usuk menggunakan kayu keruing. 29/09/2026

Sementara menurut TO selaku Aktivis bahwa kayu keruing adalah kayu kelas 2. Sedang berdasarkan keterangan dari pekerja untuk usuk menggunakan kayu albiso. Dan kayu albiso adalah kayu kelas 3. Sementara didalam gambar detail menjelaskan bahwa kayu usuk 5/7 menggunakan kayu keruing. Dapat diduga keras bahwa pembangunan TPA Nurul Ikhsan dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi. Dan diduga berpotensi merugikan Negara.

Oleh karena itu, dugaan bahwa pekerjaan pembangunan TPA Nurul Ikhsan tidak sesuai spesifikasi. Menjadi perhatian BPK-RI, Inspektorat, Kejaksaan Agung dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi. Supaya dapat melakukan pemeriksaan yang mendalam kepada sekolah yang mendapatkan bantuan Revitalisasi terutama di Kabupaten Cilacap.

Guna mendukung Program Pemerintah terkait Revitalisasi mengingat Revitalisasi ini adalah program Prioritas Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan harus berhasil diharapkan tidak ada kebocoran Anggran.

(TIM-MN)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *