
MetronusaNews.id | Papua Barat Daya – Sejumlah Wartawan berusaha meminta klarifikasi terkait polemik Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di salah satu SMP di Kabupaten Sorong justru berujung pada persoalan baru. Bukannya mendapat penjelasan yang menenangkan publik,namun dua wartawan yang datang menjalankan tugas konfirmasi malah diduga menjadi sasaran penyebaran foto disertai narasi negatif yang merugikan nama baik mereka maupun seluruh insan Pers.
Elimalek Kaiway Himbau Kepada Seluruh Pemuda Tidak Membuat Gambar Yang Memicu Perpecahan Ketertiban Atau Menyebarluaskan informasih yang tidak bisa dipertanggungjawabkan didepan Publik,hal ini menuai sorotan negatif didunia maya, Namun di tengah tuntutan masyarakat harus keterbukaan informasi secara akuntabel tetapi anehnya yang muncul bahwa terkesan ada oknum di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong yang tidak nyaman terhadap kerja jurnalistik. Alih-alih menjawab substansi persoalan yang dikeluhkan masyarakat terhadap Penerimaan Murid Baru (SPMB) di salah satu SMP Kabupaten Sorong justru berujung pada persoalan baru yang menyeret nama baik wartawan.
Kronologi bermula saat dua wartawan dari Cendrawasih7.com dan TribunX.id mendatangi Kantor Dinas Pendidikan untuk meminta klarifikasi terkait keluhan sejumlah orang tua murid. Keluhan itu mencuat setelah adanya informasi bahwa jadwal penyerahan berkas SPMB yang semestinya berlangsung pada 19 Juli 2026 diduga mengalami penundaan di salah satu sekolah, sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan orang tua siswa.
Tujuan Kedatangan wartawan tersebut adalah untuk memperoleh penjelasan resmi dari pihak Dinas Pendidikan atas keluhan masyarakat. Setibanya di kantor dinas, salah satu staf menanyakan tujuan kedatangan mereka. Agung, salah satu jurnalis, menjelaskan bahwa mereka ingin bertemu Kepala Dinas Pendidikan. Dalam proses itu, seorang oknum ASN juga sempat menanyakan asal media wartawan yang hadir. James kemudian menjawab dengan tegas bahwa dirinya berasal dari Cendrawasih7.com dan TribunX.id.
pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan pun berlangsung aman,Menurut keterangan wartawan,
“Kepala Dinas menerima mereka dengan baik dan menyampaikan bahwa pihaknya akan memanggil kepala sekolah guna memberikan klarifikasi atas persoalan tersebut. Namun suasana berubah ketika di tengah percakapan, beberapa orang tiba-tiba datang mengambil gambar wartawan yang sedang berada di ruang Kepala Dinas.
Awalnya, pengambilan gambar itu dianggap sebagai hal biasa. Namun belakangan, foto tersebut diduga disebarluaskan dengan narasi Negatif yang tidak sesuai fakta terhadap Wartawan yang datang untuk meminta klarifikasi disebut-sebut mengatasnamakan diri sebagai jurnalis dari Tribun Sorong. Narasi inilah yang kemudian memantik keberatan keras dari pihak wartawan karena dinilai menyesatkan dan mencoreng nama baik mereka dan dunia pers secara umum.
Beliau “James” selaku pemilik Cendrawasih7.com dan TribunX.id, membantah keras narasi tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya maupun rekan-rekannya tidak pernah mengaku sebagai wartawan dari media lain sebagaimana informasi yang beredar.
«“Saya tegaskan, kami tidak pernah mengaku sebagai jurnalis Tribun Sorong. Saya pemilik media, untuk apa saya harus mengaku sebagai media orang lain? Informasi itu tidak benar dan sangat merugikan nama baik kami,” tegas James.»
Persoalan ini tidak berhenti di situ. Pada 20 Mei 2026, pihak wartawan kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan atas undangan Kepala Dinas untuk mendengar klarifikasi lanjutan. Mereka diminta hadir pada pukul 11.00 WIT, namun kemudian diarahkan kembali untuk datang pada pukul 13.00 WIT.
Dalam pertemuan lanjutan tersebut, hadir jurnalis Agung dan Girsang. Namun menurut keterangan pihak wartawan, oknum yang diduga menyebarkan foto dan narasi tersebut bukannya menunjukkan itikad baik untuk meluruskan persoalan, melainkan justru terkesan merasa berada di pihak yang benar. Kondisi inilah yang kemudian membuat polemik semakin memanas.
