Masyarakat Berharap KPK Lebih Fokus Dan Giat Lagi Menyoroti Semua Kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap

  • Bagikan

Metronusa News, Cilacap – Dikutif dari pemberita media Centralpublikasi.com pada hari senin 22 Juni 2026, yang berjudul :

“Pengadaan Sapi Tahun 2025 Kabupaten Cilacap Diduga Sapi Tua dan Penyakitan”

admin Juni 22, 2026

Post Views: 119

Cilacap-Central Publikasi.Com:Dugaan ini timbul setelah Tim Media melakukan penelusuran terkait pengadaan sapi Tahun Anggaran 2025 melalui APBD Kabupaten Cilacap. Ini terungkap setelah Tim melakukan Konfirmasi dengan salah satu Kelompok Tani selaku penerima manfaat.

Yang mana berlokasi di Desa Cijati Dusun Garawangi Kecamatan Cimanggu. Kelompok Tani Bakti Mulya. Dari hasil Konfirmasi dengan Ketua Kelompok Tani yang berinisial TN.

TN mengatakan bahwa datang nya sapi pada malam hari, dari awal saya sudah protes sangat keberatan bahwa sapi tersebut tidak layak. Yang mana kondisi sapi diduga sudah tua dan sakit.

Dan itu terbukti belum sampai satu tahun sapi sudah mati enam ekor. Dan berita acara kematian sapi nya sudah saya laporkan ke Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap. Dari dua belas ekor yang saya terima empat ekor diduga diambil oknum DPRD. Dan sekarang sapi hanya tersisa dua ekor. 20/06/2026

Tim juga konfirmasi dengan Petugas PPL Kecamatan Cimanggu yaitu WI. WI juga mengatakan bahwa dia juga sangat terkejut, dengan kedatangan sapi pada malam hari. Dan saya juga baru tahu setelah Kelompok Tani melaporkan. Memang kondisi sapi diduga dalam keadaan yang sangat memperihatinkan. Sampai-sampai sapi pernah dilakukan penginpusan, tapi tetap tidak tertolong.20/06/2026.

Yang menjadi pertanyaan dalam kejadian ini. Dimana pran dari pada PPK, PPTK dan Panitia Penerima Barang dari Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap. Kenapa bisa lolos pemeriksaan, sapi yang diduga dalam kondisi sudah Tua dan Penyakitan. Dengan harga persatu ekor kurang lebih Rp.16.000.000.

Oleh karena itu kejadian ini diharapkan menjadi perhatian, Inspektorat, BPK-RI dan juga Aparat Penegak Hukum. Untuk dapat melakukan Audit secara Faktual ke lapangan. Mengingat uang yang dipergunakan adalah uang rakyat. Bukan uang pribadi dan tentu berpotensi merugikan Negara. 22/6/2026(Tim/Red)

Kalau memang benar temuan yang di beritakan oleh media Centralpublikasi.com tentu sangat memprihatinkan, yang mana sapi hasil bantuan tersebut sangat kurus kurus dan memang pantas banyak yang mati.

Yang lebih memprihatinkan lagi, kok bisa oknum anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) mengambil empat ekor sapi jata kelompok tani Bakti Mulya ?

Pertanyaan nya, apakah oknum anggota DPRD tersebut masuk dalam keanggotaan kelompok tani Bakti Mulya ?

Dengan banyak temuan yang di beritakan oleh media Centralpublikasi.com, masyarakat berharap kepada KPK bisa memanggil dan memeriksa kepala dinas pertanian Cilacap dan oknum anggota DPRD yang diduga mengambil bagian empat ekor sapi milik kelompok tani Bakti Mulya. Mengingat terlalu banyak bantuan melalui dinas pertanian kabupaten yang diduga di sunat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Editor: Red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *