Aliansi Masyarakat Gununggiana Berhasil, Oknum Kadus 3 Mengundurkan Diri

  • Bagikan

MetronusaNews.id | Banjarnegara, Jawa Tengah — Tuntutan yang disuarakan Aliansi Masyarakat Gununggiana akhirnya membuahkan hasil. Oknum Kepala Dusun (Kadus) 3 resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah menjadi sorotan publik terkait dugaan tindakan tidak pantas yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan bahwa oknum Kadus tersebut diduga memasuki rumah dinas seorang bidan desa tanpa izin. Peristiwa itu terjadi pada Senin (7/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat kejadian, anak bidan yang berada di dalam rumah seorang diri memergoki pelaku.

Diduga panik karena aksinya diketahui, oknum Kadus tersebut melarikan diri dengan cara melompat dari jendela, lalu kabur menggunakan sepeda motor.

Insiden itu menimbulkan ketakutan mendalam bagi korban dan keluarganya.
Kejadian tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Aliansi Masyarakat Gununggiana kemudian bergerak memberikan pendampingan kepada bidan desa yang telah mengabdi selama 16 tahun, sekaligus mendesak adanya tindakan tegas terhadap oknum yang bersangkutan.

Aksi massa dan pernyataan sikap digelar di halaman Kantor Desa Gununggiana pada Rabu (6/5/2026) sebagai bentuk tekanan moral kepada pihak terkait. Masyarakat menilai tindakan tersebut tidak hanya melanggar norma, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman, khususnya bagi tenaga kesehatan yang seharusnya mendapat perlindungan.

Setelah melalui aksi tersebut, oknum Kadus 3 akhirnya menyatakan pengunduran diri yang disampaikan melalui Kepala Desa Gununggiana, Soekarjo. Keputusan ini disambut masyarakat sebagai langkah awal untuk memulihkan rasa aman dan kepercayaan di lingkungan desa.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan yang ditandatangani oleh oknum terduga, korban, serta para saksi sebagai bentuk penyelesaian awal atas persoalan tersebut.

Aliansi Masyarakat Gununggiana menegaskan akan terus mengawal proses ini agar berjalan secara transparan dan adil, serta berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Desa Gununggiana, Soekarjo, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi yang bersangkutan.

“Ini memang keputusan yang bersangkutan untuk mengundurkan diri, karena masyarakat sudah menolak beliau sebagai pejabat publik. Harapannya, jika ada permasalahan di masyarakat, dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan bijaksana,” ujarnya.

Penulis: TimEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *