ANTISIPASI BANJIR, PEMDES TAJUR BERSAMA WARGA GELAR NORMALISASI DRAINASE DI JALAN TAJUR–CITEREUP

  • Bagikan

MetronusaNews.id | BOGOR – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, mulai melakukan langkah antisipatif guna mencegah terjadinya banjir akibat tersumbatnya saluran drainase.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti normalisasi saluran drainase di sepanjang Jalan Tajur–Citeureup, khususnya di lingkungan RT 003/RW 008, pada Sabtu (31/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB.

Kegiatan gotong royong ini melibatkan Kepala Desa Tajur, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Satgas Linmas, jajaran pengurus RT/RW, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, warga bersama jajaran pemerintah desa melakukan pengerukan lumpur, pengangkatan sampah, serta membersihkan material yang menyumbat saluran drainase agar aliran air dapat kembali berjalan lancar.

Kepala Desa Tajur, Ade Saprudin, SH, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat yang selama ini mengeluhkan genangan air di kawasan Jalan Tajur–Citeureup setiap musim penghujan.

Menurutnya, tumpukan sampah dan endapan lumpur yang terbawa aliran air dari wilayah hulu kerap menyebabkan penyumbatan drainase. Akibatnya, debit air hujan tidak tertampung dengan baik sehingga meluap ke badan jalan bahkan berpotensi masuk ke permukiman warga.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat, kami bersama jajaran pemerintah desa, BPD, LPM, Satgas Linmas, pengurus RT/RW, dan warga melaksanakan kerja bakti dengan membongkar serta mengangkat lumpur dan sampah yang menyumbat saluran drainase. Ini merupakan langkah antisipasi agar aliran air tetap lancar saat curah hujan meningkat,” ujar Ade Saprudin kepada awak media Metronusa News.

Ia berharap melalui kegiatan normalisasi tersebut, potensi genangan air maupun banjir di sepanjang Jalan Tajur–Citeureup, khususnya lingkungan RT 003/RW 008, dapat diminimalkan.

Hal senada disampaikan Ketua RT 003, Acep Soleh. Ia mengapresiasi kekompakan dan partisipasi seluruh unsur pemerintah desa serta masyarakat dalam kegiatan kerja bakti tersebut.

“Alhamdulillah, berkat kekompakan dan kebersamaan seluruh jajaran Pemerintah Desa Tajur, pengurus RT/RW, BPD, LPM, Satgas Linmas, serta masyarakat, kegiatan pengerukan lumpur dan pembersihan sampah di saluran drainase hari ini berjalan lancar,” ungkapnya.

Ia berharap normalisasi drainase tersebut dapat memberikan dampak positif sehingga ketika hujan turun, aliran air tidak lagi terhambat dan genangan tidak meluas ke badan jalan maupun rumah warga.

Sementara itu, Ketua RW 008, Lena Asmawati, turut mengingatkan masyarakat agar memiliki kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Menurutnya, persoalan penyumbatan drainase tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan partisipasi aktif seluruh masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terlebih ke saluran air maupun sungai. Sampah rumah tangga hendaknya dibuang pada tempat yang telah disediakan. Jangan sampai kebiasaan membuang sampah sembarangan justru menyebabkan saluran air tersumbat dan memicu banjir ketika musim penghujan,” tegas Lena Asmawati kepada Metronusa News.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata semangat gotong royong antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta mengantisipasi potensi bencana banjir.

Melalui normalisasi drainase dan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan, diharapkan kawasan Jalan Tajur–Citeureup dapat terhindar dari genangan air yang kerap mengganggu aktivitas warga saat musim penghujan.

METRONUSANEWS.ID Aktual, Tajam & Terpercaya

Penulis: Hery RudyEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *