GEDUNG MILIK BINA MARGA DI KAMPUNG SEHU MAYBRAT TERBENGKALAI, DITELAN SEMAK BELUKAR SEJAK 2015

  • Bagikan

MetronusaNews.id | MAYBRAT, PAPUA BARAT DAYA — Sebuah gedung yang disebut-sebut milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua Barat–Papua Barat Daya di Kampung Sehu, Kabupaten Maybrat, menjadi sorotan setelah kondisinya terlihat tidak terawat dan diduga tidak difungsikan selama bertahun-tahun.

Pantauan Metronusa News di lokasi pada 23 Oktober 2026 menunjukkan, bangunan berdinding putih dengan atap genteng berwarna merah tersebut masih berdiri kokoh. Namun, kondisi lingkungan di sekitarnya sangat memprihatinkan. Halaman depan, samping, hingga bagian belakang gedung dipenuhi rumput liar dan alang-alang yang tumbuh tinggi hingga mencapai pinggang orang dewasa.

Di lokasi juga tidak terlihat papan nama instansi, kendaraan operasional, maupun aktivitas pegawai. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa bangunan itu sudah lama tidak digunakan, bahkan menurut informasi yang dihimpun, sejak sekitar 2015.

“Gedung tampak sepi dan tidak terawat, seperti sudah lama ditinggalkan sejak selesai dibangun,” demikian gambaran kondisi bangunan berdasarkan pantauan di lapangan.

Aset Negara Dipertanyakan, Warga Minta Penjelasan

Keberadaan gedung yang tidak terawat tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat Kampung Sehu dan pengguna jalur Sorong–Maybrat–Manokwari. Warga mempertanyakan tujuan pembangunan gedung tersebut apabila hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

Sebagai bangunan yang disebut berkaitan dengan instansi penyelenggara jalan nasional, gedung itu diharapkan dapat menunjang pelayanan teknis, pemeliharaan infrastruktur, serta koordinasi pekerjaan jalan dan jembatan di wilayah setempat.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyayangkan kondisi bangunan yang dinilai berpotensi menjadi aset negara yang tidak produktif.

“Apa gunanya pemerintah mengeluarkan anggaran besar untuk membangun gedung yang bagus, tetapi akhirnya tidak dimanfaatkan? Bangunannya masih terlihat kokoh, tetapi lingkungannya justru dipenuhi semak belukar,” ujarnya.

Ia berharap instansi terkait segera mengambil langkah nyata agar bangunan tersebut tidak terus terbengkalai.

“Sayang sekali kalau dibiarkan begitu saja hingga berpotensi menjadi tempat persembunyian ular dan berkembangnya nyamuk. Lebih baik difungsikan untuk pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Status Aset dan Anggaran Pemeliharaan Perlu Diperjelas

Masyarakat berharap Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua Barat–Papua Barat Daya, khususnya unit kerja yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan gedung tersebut, segera memberikan penjelasan terbuka.

Sejumlah hal yang menjadi perhatian antara lain status kepemilikan dan pengelolaan bangunan, proses serah terima pekerjaan, tujuan awal pembangunan, serta alasan gedung tersebut diduga tidak digunakan dalam jangka waktu panjang.

Selain itu, masyarakat juga meminta penjelasan mengenai anggaran pemeliharaan dan rencana pemanfaatan bangunan tersebut ke depan.

Kejelasan informasi dinilai penting agar aset yang dibangun menggunakan anggaran negara tidak dibiarkan rusak atau kehilangan manfaat sebelum digunakan secara maksimal.

Warga Usulkan Pemanfaatan untuk Kepentingan Publik

Di tempat terpisah, warga lainnya berharap agar instansi terkait segera mengoperasikan gedung tersebut sesuai peruntukan awalnya.

Namun, apabila bangunan itu sudah tidak diperlukan sebagai kantor atau fasilitas operasional Bina Marga, warga mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi kemungkinan pemanfaatannya untuk kebutuhan pelayanan publik lainnya, sesuai ketentuan dan mekanisme pengelolaan aset negara.

Beberapa alternatif yang diusulkan masyarakat antara lain fasilitas pelayanan pemerintahan tingkat distrik atau layanan publik lainnya yang dibutuhkan warga setempat.

Menurut warga, langkah tersebut akan lebih bermanfaat dibandingkan membiarkan bangunan terus kosong dan dikelilingi semak belukar.

BBPJN Diminta Beri Klarifikasi

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak BBPJN Papua Barat–Papua Barat Daya maupun unit kerja terkait mengenai status, fungsi, dan rencana pemanfaatan gedung di Kampung Sehu tersebut.

Metronusa News akan berupaya meminta konfirmasi kepada pihak berwenang guna memperoleh penjelasan mengenai riwayat pembangunan, status aset, serta langkah yang akan diambil untuk memastikan bangunan tersebut dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Publikasi ini diharapkan menjadi perhatian instansi terkait agar pengelolaan aset negara berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

MetronusaNews.id — Aktual, Tajam & Terpercaya

Penulis: FBEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *