Empat Hari Usai Dimakamkan, Ibu Kandung Baru Tahu Anaknya Meninggal, Ekshumasi Diharapkan Ungkap Penyebab Kematian

  • Bagikan

MetronusaNews, MUARA ENIM – Tangis dan duka keluarga kembali menyelimuti proses ekshumasi jasad anak berinisial S (6) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Lingga 2, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Kamis (1/10/2026).

Pembongkaran makam tersebut dilakukan aparat kepolisian untuk kepentingan pemeriksaan autopsi forensik. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian S yang hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan.

Di balik proses ekshumasi tersebut, terungkap kisah memilukan dari ibu kandung korban. Ia disebut baru mengetahui kabar meninggalnya sang anak empat hari setelah pemakaman berlangsung.

Informasi tersebut disampaikan Ketua Forum Perlindungan Perempuan dan Anak Tanjung Enim, Rita Ratnawati Noengtjik, yang turut mendampingi ibu kandung korban.

Menurut penuturan yang diterima Rita, ibu kandung korban mengaku tidak memperoleh pemberitahuan ketika S meninggal dunia. Komunikasi dengan mantan suaminya yang merupakan ayah korban juga disebut terputus karena nomor teleponnya telah diblokir.

Kondisi tersebut membuat ibu kandung korban tidak dapat berkomunikasi maupun memperoleh informasi mengenai kondisi terakhir anaknya.

Kabar duka baru diketahui setelah pihak Polres Muara Enim menyampaikan informasi mengenai kematian S, sekitar empat hari setelah korban dimakamkan.

Rita mengatakan, berdasarkan keterangan ibu kandung korban, sebelumnya tidak pernah terjadi perselisihan antara dirinya dengan mantan suami maupun ibu sambung korban. Hubungan mereka disebut berjalan dengan baik.

Bahkan, sebelum S dititipkan kepada ayahnya, korban disebut cukup sering melakukan panggilan video bersama ibu sambungnya.

Karena itu, kabar kematian yang baru diterima setelah proses pemakaman selesai menjadi pukulan berat bagi ibu kandung korban.

“Dengan adanya proses autopsi ini, saya berharap semuanya dapat terungkap dengan jelas dan cepat terselesaikan. Semoga penyebab meninggalnya Ananda S dapat diketahui sehingga keluarga mendapatkan kepastian,” ujar Rita.

Sebagai pendamping keluarga, Rita juga berharap seluruh proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional. Menurutnya, kepastian mengenai penyebab kematian penting bagi keluarga, sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan perlindungan terhadap anak.

Ekshumasi dan pemeriksaan autopsi diharapkan menjadi langkah penting dalam memperoleh fakta medis terkait kematian S. Hasil pemeriksaan forensik nantinya akan menjadi salah satu bahan bagi penyidik dalam mendalami perkara tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kematian S masih menunggu hasil autopsi dan proses penyelidikan kepolisian.

Penulis: FirmanEditor: Red
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *