
Metronusa News, Cilacap – Pekerjaan Irigasi Perpompaan yang dikerjakan oleh Kelompok Tani Bangun Sari Kecamatan Cipari Desa Cisuru dengan Nilai Pekerjaan Rp.155.700.000 di sinyalir Asal-asalan. Yang mana dugaan ini muncul setelah tim melakukan Kroscek Lapangan.
Sebelum Tim Kroscek lapangan bertemu dengan Ketua Kelompok Tani Bangun Sari yaitu berinisial MR. Berdasarkan keterangan dari MR untuk pelaksanaan semua nya diserahkan dengan pelaksana lapangan. Untuk hari ini pelaksanaan libur satu Minggu, mengingat pekerja lagi pada panen.11/07/2026.

Dari keterangan Ketua Kelompok Tani, Tim media melakukan Kroscek lapangan, di dapatkan pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan Bistek, diduga balok tiang utama/saka menggunakan besi campuran 12 dan 10 untuk kolom besi 6, dengan jarak kolom mencapai 23 bukan 15.
Untuk balok/slop diduga menggunakan besi 10 bukan besi 12 untuk kolom menggunakan besi 6 bukan besi 8 dan jarak kolom 30CM bukan 15. Dan diduga untuk beton tidak mencapai K250. 11/07/2026.

Selanjut tim kembali datang kroscek lapangan dengan harapan bisa konfirmasi langsung dengan ketua pelaksana lapangan. Tapi sangat disesalkan Tim disambut dengan kurang baik, diduga pelaksana lapangan berusaha untuk menghalangi wartawan dalam mencari informasi. Salah satu pelaksana lapangan yang mengaku nama nya Rohani, mengatakan bahwa ketua nya sedang berada di solo.01/08/2026.
Yang selalu menjadi pertanyaan apa tugas dari pada Konsultan Pengawas yang mendapatkan bayaran, juga pengawas dari kementerian pertanian dan termasuk tim Teknis. Yang mana diduga banyak pekerjaan yang tidak sesuai dengan Bistek atau jangan-jangan diduga sudah mendapat upeti.

Masyarakat berharap pekerjaan yang tidak sesuai dengan Bistek untuk tidak dilakukan Pembayaran oleh Kementerian Pertanian. Juga menjadi perhatian BPK-RI, BPKP dan Kejaksaan Negeri Cilacap. Diharapkan juga Kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk lebih inten mengawasi Proyek dari Kementerian Pertanian yang diduga keras banyak membawa aroma yang tidak sedap di wilayah dinas pertanian kabupaten Cilacap.
(TIM – MN)
