Warga Geram! Sungai Keruh Diduga Tercemar Limbah Cucian Pasir, Minta Pemerintah Bertindak

  • Bagikan

Metronusa News, Banjarnegara Jawa Tengah – Diketahui saat ini adalah musim kemarau, musim kemarau yang sering mengakibatkan kekeringan air dimana mana, sehingga beberapa wilayah yang ada di Banjarnegara kekurangan air bersih.

Namun Ironisnya sejumlah air yang mengalir ke sungai yang dahulu jernih kini keruh pekat dan tercemar limbah dan sampah. sejumlah cucian pasir,di duga membuang limbah cuciannya ke sungai, hal tersebut diduga dilakukan oleh sejumlah oknum pengusaha cucian pasir ilegal.

Warga masyarakat yang biasanya menggunakan air sungai jernih dan bersih, kini mengeluhkan atas kondisi air sungai yang keruh, dan kotor. Sungai yang seharusnya jernih ketika musim kemarau, kini kondisinya sangat keruh pekat, coklat bak air susu.

warga petani sangat geram atas keruhnya sungai, sehingga tidak bisa melakukan penyiraman terhadap tanaman mereka, mereka berharap agar pihak terkait menindak tegas para pelaku usaha cucian pasir yang membuang limbahnya ke sungai, “Kami harapkan pihak pihak dinas terkait jangan diam saja harus bertindak, dan apabila tidak segera bertindak berarti kinerja pihak dinas terkait patut kami pertanyakan, “tegasnya dengan nada geram.

Aliran sungai di sejumlah wilayah di Kabupaten Banjarnegara yang keruh dan tercemar tersebut diantaranya wilayah kecamatan Purwanegara dan kecamatan Bawang, hal ini terjadi diduga diwilayah tersebut marak dengan aktifitas kegiatan cucian pasir yang diduga ilegal yang tidak memperhatikan kerusakan ekosistem aliran air sungai. pihak terkait itu mengetahui apa tidak kalau kondisi sungai seperti ini.

Menurut informasi dari beberapa sumber,yng di himpun awak media pada (27/7/2026) bahwa pihak terkait sudah melakukan sosialisasi perihal dilarangnya membuang limbah cucian pasir langsung ke sungai, sosialisasi tersebut diduga tidak dihiraukan oleh sejumlah pelaku usaha cucian pasir,   “faktanya air Sungai masih selalu keruh pekat sepanjang hari. dan tidak menunjukan perubahan yang positif dari hasil sosialisasi tersebut, “ujar beberapa warga.

Dilokasi berbeda sejumlah warga desa Wanadri yang meminta untuk dirahasiakan identitasnya saat bertemu wartawan pada Kamis (02/8/2026) mengungkapkan hal yang sama terkait keluhan dan kekecewaannya atas keruhnya sejumlah air sungai yang diakibatkan limbah cucian pasir yang dibuang ke sungai,

“Iya pak,kami sangat geram dan prihatin sekaligus kecewa, ” kali air nya butek keruh dan juga banyak sampah, “ungkap sejumlah warga

“kami berharap agar pihak terkait harus tegas, “cek semua ijin mereka legal atau ilegal, ketegasan itu perlu karena ini sudah mencemari sungai.”ujarnya

Masih di sekitar  desa Wanadri Sejumlah warga diseputaran pasar Wanadri saat ditemui wartawan hampir rata rata mengatakan hal yang sama “sungai keruh sudah lama, “Bahkan pihak dinas terkait nya diam aja, “sampah disungai juga banyak, “air sungai nya keruh pekat kaya gitu, akibat limbah cucian pasir yang diduga dibuang dan dialirkan ke sungai.

Untuk air bersih alhamdulilah berkat kesigapan pihak BPBD Banjarnegara . kebutuhan air bersih kami yang kekurangan air ini dapat terbantu. semoga apa yang dilakukan BPBD bermanfaat bagi kami kami ini “Pungkasnya

.publik menunggu tindakan tegas pihak terkait atas keruhnya sejumlah sungai yang di duga diakibatkan limbah cucian pasir.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak pengusaha cucian pasir maupun dari pihak Dinas terkait. tentang langkah ketegasan .

(TIM)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *