
MetronusaNews.id | Pesisir Barat, Kamis 10 September 2026 — Bukan sedikit. Sebanyak 73 Pegawai Negeri Sipil (PNS) tercatat masuk dalam daftar pelantikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat pada 10 September 2026. Pergeseran tersebut menyentuh berbagai jabatan penting, mulai dari kepala dinas, camat, inspektorat, badan keuangan, hingga jajaran RSUD dan puskesmas.
Jumlah tersebut membuat pelantikan kali ini bukan sekadar pergantian nama di balik meja birokrasi. Peta jabatan pemerintahan Pesisir Barat ikut berubah. Pertanyaannya sekarang sederhana: apakah rotasi besar ini akan benar-benar berujung pada perbaikan pelayanan dan kinerja pemerintahan, atau hanya berhenti pada seremoni pelantikan?
Salah satu posisi strategis yang berubah adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yang kini dipercayakan kepada Ponco Prasetyo, S.Th.I., MM.Par. Sebelumnya ia menjabat Inspektur Pembantu Wilayah II pada Inspektorat.
Di sisi pengawasan internal, Fadriansyah, S.E., M.S.Ak. menempati jabatan Inspektur Pembantu Wilayah II pada Inspektorat. Sementara Wandy Fernando, S.E., M.M. dipercaya sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III.
Perubahan juga terjadi di tingkat kecamatan. Zamhuri, S.Sos., M.M. mendapat amanah sebagai Camat Ngambur setelah sebelumnya menjabat Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Ngaras. Nurohmad, S.Kom. ditetapkan sebagai Camat Lemong.
Yang tak kalah menjadi sorotan adalah sektor kesehatan. dr. Yusuf Firmansyah, M.Kes. bergeser dari Kepala Puskesmas Karya Penggawa/Dokter Ahli Muda menjadi Direktur RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui. Jabatan ini tentu bukan posisi ringan karena menyangkut langsung kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Rotasi juga menyentuh jantung pengelolaan keuangan daerah. Eflina, SKM., M.M. berpindah dari Kepala Bidang Perbendaharaan BKAD menjadi Kepala Bidang Pajak Bumi dan Bangunan dan BPHTB pada Bappenda. Aris Puspito, S.Kom., M.M. dipercaya sebagai Kepala Bidang Anggaran BKAD.
Di bidang pendidikan, Agung Aristama, S.E., M.E. naik ke posisi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara Ananda Dhian Pratama Prima Putra, S.Kom., yang sebelumnya tercatat sebagai Guru Ahli Pertama pada SMPN 1 Krui, dipercaya menduduki jabatan Kepala Seksi PAUD dan PNFI.
Pergantian juga menjangkau struktur pelayanan kesehatan tingkat bawah. dr. Leli Yanita ditetapkan sebagai Kepala Puskesmas Karya Penggawa, Ns. Gigih Sanjaya Putra, S.Kep., M.H. sebagai Kepala Puskesmas Krui Selatan, dan Ns. Mirwan Fajri, S.Kep., M.M. sebagai Kepala Puskesmas Ngaras.
BUKAN SEKADAR SEREMONI
Dengan 73 nama yang masuk dalam daftar pelantikan, masyarakat tentu berhak berharap ada perubahan nyata di lapangan.
Kepala dinas dituntut mampu memperbaiki pelayanan. Camat dituntut hadir menyelesaikan persoalan masyarakat di wilayahnya. Pejabat pengelola keuangan dituntut semakin transparan dan akuntabel. Jajaran kesehatan dituntut memberikan pelayanan yang cepat dan berkualitas.
Sebab, jabatan bukan penghargaan. Jabatan adalah tanggung jawab.
Pelantikan boleh berlangsung satu hari, tetapi hasil kerja para pejabat baru akan dinilai masyarakat setiap hari.
Dokumen peserta pelantikan memuat nama, jabatan lama, dan jabatan baru, tetapi tidak menjelaskan alasan atau pertimbangan masing-masing pergantian. Karena itu, dari dokumen tersebut saja belum dapat disimpulkan apakah seluruh perubahan merupakan rotasi, promosi, penyegaran organisasi, atau pertimbangan lainnya.
Kini bola berada di tangan para pejabat yang dilantik.
Publik tidak membutuhkan sekadar kursi baru dan papan nama baru. Publik membutuhkan kinerja baru.
Dan pada akhirnya, ukuran keberhasilan 73 pejabat tersebut bukanlah seberapa meriah mereka dilantik, melainkan seberapa besar perubahan yang mampu mereka hadirkan untuk masyarakat Pesisir Barat.
MetronusaNews.id — Tajam, Terpercaya, Berimbang.
