Pendidikan Islam Diperkuat, Tik Quran Maqwa Dan Maqwa IBS Krui Resmi Dibangun

  • Bagikan

MetronusaNews.id | PESISIR BARAT – Penguatan pendidikan Islam di Kabupaten Pesisir Barat memasuki babak baru. Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan menghadiri sekaligus menyaksikan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan TK Quran Maqwa Krui dan Maqwa Islamic Boarding School (IBS) Krui, Selasa (6/10/2026).

Pembangunan tersebut tidak sekadar menambah fasilitas pendidikan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini sekaligus pengembangan pendidikan Islam terpadu berbasis pesantren di Kabupaten Pesisir Barat.

Turut hadir Bunda PAUD Kabupaten Pesisir Barat Dian Hardiyanti Dedi, S.ST., M.M., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ir. Armand Achyuni, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Marnentinus, S.IP., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat H. Ahmad Khotob, S.Ag., M.M., Ketua MUI Kabupaten Pesisir Barat Drs. Kadarusman, M.Pd., Camat Pesisir Tengah Joni Nasbar, S.KM., M.M., Kepala Puskesmas Pesisir Tengah Indah Wahana Sukma, SST., M.M., Pembina Yayasan Warotsatul Anbiya (YWA) Lampung H. Furqon Balyan, Mudirul Aam Maqwa IBS Krui Buya Yamin Majdi beserta jajaran, para PTK dan guru Maqwa IBS Krui, serta Peratin Pekon Seray Listoni.

Bupati Dedi Irawan menyampaikan bahwa pembangunan TK Quran Maqwa Krui menjadi bentuk perhatian terhadap pentingnya pendidikan anak sejak usia dini. Terlebih, pembangunan tersebut mendapat dukungan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Tahun Anggaran 2026.

Menurut Bupati, pembangunan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu bagian penting dalam visi Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat periode 2025–2030, yakni mewujudkan Pesisir Barat yang sejahtera, maju, madani, dan religius sebagai daerah tujuan wisata terdepan.

“Groundbreaking hari ini bukan sekadar pembangunan kelas, toilet, dan area bermain. Ini adalah langkah nyata membangun fondasi generasi masa depan,” ujar Dedi Irawan.

Bupati menilai keberadaan Maqwa IBS Krui sebagai lembaga pendidikan Islam unggulan dan terpadu berbasis pesantren dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di Pesisir Barat.

Program yang dikembangkan Maqwa IBS Krui mencakup tahfiz dengan metode Tabarak, pembelajaran Al-Qur’an metode Ummi, bahasa Arab, pembiasaan ibadah, pendekatan deep learning dan Montessori, hingga pengembangan berbagai kecerdasan anak.

Penguatan pendidikan juga diarahkan pada pembentukan karakter dan kepemimpinan melalui Maqwa Leadership Camp, Pesantren Holiday, Pesantren Ramadhan, field trip, outing class, serta berbagai kegiatan pengembangan kreativitas.

Tidak hanya peserta didik, keterlibatan orang tua juga menjadi bagian dari sistem pendidikan melalui parents meeting, Quranic parenting, parents call, wawancara orang tua, hingga home visit.

Bupati berharap keberadaan TK Quran Maqwa dan Maqwa IBS Krui dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Pesisir Barat.

Ia juga berharap lembaga tersebut dapat menjadi salah satu contoh pengembangan pendidikan Islam dan pesantren modern yang mampu memadukan pendidikan akademik, keagamaan, karakter, kemandirian, dan kreativitas.

“Harapannya, ini menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama untuk melahirkan generasi emas 2045 yang beriman, cerdas, mandiri, dan kreatif,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, lanjut Bupati, menyambut baik kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, yayasan, guru, orang tua, dan masyarakat dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta seluruh elemen masyarakat juga diajak memberikan dukungan agar pengembangan pendidikan di Maqwa IBS Krui dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi generasi penerus Pesisir Barat.

Penulis: RusdiEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *