
MetronusaNews.id | SORONG, PAPUA BARAT DAYA — Komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah pelosok pesisir Papua Barat Daya mulai dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui program revitalisasi sarana pendidikan di Kelompok Bermain (KB) Hilasmos Seget, Kabupaten Sorong.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (P2SP) Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), fasilitas pendidikan KB Hilasmos Seget kini mendapatkan perhatian untuk dilakukan revitalisasi.
Revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki dan meningkatkan kembali fungsi sarana pendidikan yang sebelumnya memiliki keterbatasan fasilitas, sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih layak dan optimal oleh peserta didik.
Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) KB Hilasmos Seget sebagai pelaksana pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan tersebut.
Berdasarkan pantauan MetronusaNews.id di lapangan, pekerjaan revitalisasi meliputi perbaikan gedung utama, penataan halaman, pembangunan fasilitas sanitasi, dua unit kamar mandi/WC untuk pria dan wanita, serta pekerjaan rabat beton di area sekitar bangunan.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah material bangunan diperoleh dari masyarakat setempat. Tenaga kerja yang dilibatkan juga berasal dari masyarakat lokal. Hingga saat ini, progres pekerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 35 persen, meskipun pekerjaan baru berjalan kurang lebih dua minggu.
Dengan adanya revitalisasi tersebut, anak-anak di Seget diharapkan segera memiliki ruang kelas yang lebih layak, taman bermain, serta lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan aman.
Kehadiran fasilitas pendidikan yang lebih baik juga disambut sukacita oleh orang tua murid dan masyarakat sekitar. Selama ini, anak-anak harus mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas yang masih sangat terbatas.
Masyarakat berharap keberadaan gedung yang direvitalisasi nantinya dapat meningkatkan minat dan semangat belajar anak-anak usia dini, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para guru dalam menjalankan proses pendidikan.
Salah seorang Tua Jemaat Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) Hilasmos Seget, Selwanus Aresi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat.
“Kami berterima kasih banyak kepada Pemerintah Pusat yang akhirnya memperhatikan PAUD di Kampung Wainagu. Ini bukan sekadar gedung, tetapi merupakan harapan untuk masa depan anak-anak dan cucu kami di Seget agar bisa mendapatkan pendidikan seperti anak-anak di kota,” ujarnya.
Sementara itu, Mathelda Tse, S.Pd.K, mantan Kepala Sekolah PAUD sekaligus Ketua Panitia Revitalisasi, bersama masyarakat sekitar menyambut baik program tersebut.
Ia mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yesus atas perhatian pemerintah terhadap fasilitas pendidikan anak usia dini di wilayah Seget.
Menurutnya, program revitalisasi tersebut merupakan bukti nyata perhatian negara dalam memastikan anak-anak Indonesia, termasuk yang berada di wilayah Papua Barat Daya, memperoleh hak pendidikan yang layak sejak usia dini.
“Harapan kami, dengan adanya gedung PAUD yang baru dan lebih layak ini, semangat belajar anak-anak usia dini di Distrik Seget semakin meningkat. Semoga fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat bagi generasi penerus di salah satu wilayah pesisir Kabupaten Sorong ini,” tutup Mathelda, yang dikenal sebagai Mama Rasel dan juga merupakan guru di SMP Negeri 5 Seget.
