
MetronusaNews.id | BOGOR – Penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan satu unit sepeda motor Honda PCX milik warga Kampung Babakan Wetan, Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan keluarga korban. Pasalnya, hampir dua minggu sejak laporan disampaikan, keluarga mengaku belum memperoleh informasi perkembangan penanganan maupun upaya pengejaran terhadap terduga pelaku.
Korban diketahui bernama Erna, warga Kampung Babakan Wetan. Sepeda motor Honda PCX berwarna putih dengan nomor polisi F 4978 FEX diduga dibawa kabur oleh seseorang bernama Andres Putra Pratama melalui modus meminjam kendaraan.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, terduga pelaku diketahui beralamat di Kampung Cibogo, RT 008/RW 005, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Peristiwa tersebut bermula ketika Andres Putra Pratama mendatangi rumah Erna di Kampung Babakan Wetan, RT 009/RW 003, Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng. Kedatangan terduga pelaku disebut-sebut dengan alasan ingin membantu menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi korban.
Bahkan, terduga pelaku sempat menginap satu malam di rumah korban. Namun, keesokan paginya, pelaku berpura-pura hendak menjemput adiknya yang disebut membawa uang dalam jumlah besar.
Dengan alasan tersebut, terduga pelaku kemudian meminjam sepeda motor milik korban. Akan tetapi, setelah kendaraan dibawa, yang bersangkutan tidak kunjung kembali hingga akhirnya keluarga menyadari adanya dugaan penipuan.
Merasa dirugikan, pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Parung, Kabupaten Bogor, dengan harapan aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan dan mengungkap keberadaan terduga pelaku.
Namun, menurut pengakuan keluarga, hingga hampir dua minggu setelah laporan dibuat, belum ada informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan perkara, termasuk langkah-langkah yang telah dilakukan kepolisian untuk mencari terduga pelaku dan mengamankan sepeda motor milik korban.
Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan dan tanda tanya di kalangan keluarga korban. Mereka berharap laporan yang telah disampaikan tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.
“Kami berharap pihak Polsek Parung, khususnya Unit Reskrim, dapat lebih sigap menindaklanjuti laporan ini. Kami ingin mengetahui sejauh mana proses penanganannya dan bagaimana upaya mencari orang yang diduga membawa sepeda motor tersebut,” demikian harapan pihak keluarga korban.
Keluarga juga meminta agar Kanit Reskrim Polsek Parung memberikan perhatian serius terhadap perkara tersebut, sehingga korban mendapatkan kepastian hukum dan sepeda motor yang diduga dibawa oleh pelaku dapat segera ditemukan.
UJI RESPONS DAN TRANSPARANSI KEPOLISIAN
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan atau penjelasan resmi dari pihak Polsek Parung mengenai perkembangan laporan tersebut.
MetronusaNews.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Kapolsek Parung maupun Kanit Reskrim Polsek Parung terkait penanganan perkara ini.
Publik tentu berharap laporan masyarakat dapat ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Sebab, bagi korban, kepastian penanganan perkara merupakan bagian penting dari upaya memperoleh keadilan.
MetronusaNews.id – Aktual, Tajam & Terpercaya
