
MetronusaNews, Cilacap, Pada Tahun Anggaran 2026 SMP Muhammadiyah 1 Karangpucung Kabupaten Cilacap mendapatkan bantuan Revitalisasi dari Kementerian Pendidikan melalui APBN senilai Rp 749.906.000 tentunya bantuan tersebut tidak sedikit. Dan uang ini adalah uang milik Rakyat yang di salurkan melalui APBN dan didapat melalui pajak Rakyat. Diharapkan setiap penerima bantuan mengetahui nya. Artinya setiap Rakyat Indonesia berhak mengetahuinya, uang nya dipergunakan untuk apa.

Diduga rehab SMP Muhammadiyah 1 Karangpucung asal-asalan, hasil Tim Media melakukan kroscek lapangan. Pada saat melakukan kroscek lapangan Tim konfirmasi dengan tenaga teknis lapangan yaitu DO. 𝘿𝙊 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝙥𝙚𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖𝙖𝙣 𝙍𝙚𝙝𝙖𝙗 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙩𝙚𝙧𝙨𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙢𝙗𝙖𝙡 𝙨𝙪𝙡𝙖𝙢. Masih menurut DO, 𝙆𝙖𝙮𝙪 𝙠𝙪𝙙𝙖-𝙠𝙪𝙙𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙢𝙖 tetap 𝙙𝙞 𝙥𝙖𝙠𝙖𝙞 𝙟𝙚𝙣𝙞𝙨 𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙮𝙪 𝙩𝙖𝙪𝙣 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙪𝙨𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙜𝙪𝙣𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙮𝙪 𝘼𝙡𝙗𝙖𝙨𝙞𝙖. 𝘿𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙠𝙖𝙮𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙡𝙖𝙥𝙪𝙠 𝙙𝙞 𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙗𝙖𝙧𝙪, ujarnya.
Supaya berita ini tetap berimbang Tim juga Konfirmasi dengan Kepala Sekolah yaitu AK. 𝙈𝙚𝙣𝙪𝙧𝙪𝙩 𝘼𝙆 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝙜𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙥𝙚𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞𝙨𝙚𝙠𝙤𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙏𝙚𝙣𝙖𝙜𝙖 𝙏𝙚𝙠𝙣𝙞𝙨. 𝘿𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙥𝙚𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙥𝙚𝙨𝙞𝙛𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞. Ujarnya. 04/09/2026

Yang menjadi pertanyaan dari keterangan DO ini, apakah kayu taun termasuk kayu kelas II dan apakah ukuran nya untuk balok tarik 8/14, ukuran kaki kuda-kuda 8/12. Hasil kroscek lapangan Tim Media, menemukan bagian gording lama diduga dalam kondisi lapuk dan tidak diganti. Kalaupun ada kayu baru yang menempel pada gording lama diduga panjang nya kurang lebih 1M, sementara gording yang lama panjang nya mencapai 4M.

Dengan adanya temuan dugaan ada bagian yang lapuk tidak diganti dan tidak menutup kemungkinan ada bagian lain juga. Oleh karena itu diharapkan menjadi perhatian Kementerian Pendidikan, Inspektorat juga pihak-pihak terkait untuk melakukan tindakan tegas. Memerintah kepada P2SP untuk menganti kayu yang diduga lapuk secara utuh. Mengingat ini uang rakyat Indonesia bukan uang pribadi. Dan juga adalah satu bentuk mendukung program Pemerintah bahwa pekerjaan harus sesuai dengan RAB. Supaya program ini mencapai target yang diinginkan Pemerintah.
(TIM – MN)
