
MetronusaNews.id | BILAH HILIR, LABUHAN BATU-
Pola yang sama berulang lagi, persis seperti rekaman yang diputar ulang. Setiap kali tim Polsek Bilah Hilir turun melakukan penggerebekan sarang narkoba, hasilnya selalu sama: nihil, kosong, pelaku sudah tidak ada. Seolah-olah mereka tahu kapan aparat akan datang, seolah-olah ada sinyal yang dikirim sebelum mobil polisi berhenti. Ini bukan kebetulan. Ini adalah pola yang mencurigakan dan tidak bisa lagi dibiarkan begitu saja.
Lagi-lagi di belakang SMP Negeri 2 Tanjung Haloban, tempat yang warga sudah tunjuk berkali-kali sebagai lapak sabu yang dikendalikan Samplok, aparat menemukan alat hisap, plastik klip bekas, pipet, kaca pirek bukti nyata bahwa transaksi memang terjadi di sana. Tapi bandar utamanya? Hilang. Tidak ada. Sejak awal tidak ada di sana. Seperti biasa.
“Setiap penggerebekan selalu nihil.” Kalimat ini kini menjadi keluhan sekaligus tuduhan yang menggema di seluruh penjuru Bilah Hilir. Warga mulai bertanya dengan lantang:
– Apakah operasinya memang selalu bocor sebelum personel tiba di lokasi?
– Apakah ada oknum di dalam jajaran itu yang memberi tahu para bandar kapan harus menyingkir?
– Mengapa alat-alat kejahatannya selalu tertinggal, tapi pelakunya tak pernah sekali pun tertangkap basah?
– Apakah Polsek Bilah Hilir benar-benar tidak mampu, atau sebenarnya tidak sungguh-sungguh ingin menangkap mereka?
Kehadiran Kapolsek AKP Armen Faisal dan Kanit Reskrim Ipda Mistranius Purba di lokasi memang menunjukkan keseriusan formal. Namun hasil yang selalu nihil itu justru memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres di balik layar. Bukti fisiknya ada, lokasinya diketahui, warganya sudah melapor berbulan-bulan tapi tangan hukum seolah terikat saat akan menjerat bandar utamanya.
Kami tidak lagi menuntut sekadar penggerebekan yang berakhir kosong. Kami menuntut penjelasan: mengapa pola ini terus berulang? Siapa yang selama ini memberi perlindungan? Dan kapan untuk pertama kalinya Polsek Bilah Hilir akan membawa pulang bandar narkoba, bukan sekadar alat-alat bekasnya?
Jika setiap penggerebekan selalu nihil, maka yang perlu digerebek bukan hanya sarang sabunya tapi juga kebisuan dan dugaan konspirasi yang membuat para bandar merasa aman di wilayah ini. Hukum tidak boleh hanya mengambil alat-alatnya dan membiarkan pelakunya tertawa di tempat lain. Itu bukan penindakan. Itu hanya pertunjukan. Dan warga Bilah Hilir sudah muak dengan pertunjukan.
