
Metronusa News, MUARA ENIM – Bukan sekadar menyalurkan bantuan, PLN Nusantara Power UP Bukit Asam terus memastikan setiap program Corporate Social Responsibility (CSR) benar-benar memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang melibatkan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pihak independen untuk menggali secara langsung penilaian, pengalaman, serta harapan masyarakat terhadap program CSR yang telah digulirkan perusahaan.
Survei dilakukan dengan mendatangi langsung masyarakat dan kelompok penerima manfaat. Wawancara serta pengumpulan data dilakukan secara offline, sehingga tim dapat mendengar langsung suara masyarakat di lapangan.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi program CSR. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat mengenai sejauh mana program yang diberikan telah menjawab kebutuhan mereka.
Manajer PLN Nusantara Power UP Bukit Asam, Fachmi Wibowo, mengatakan bahwa suara masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kualitas program pemberdayaan yang dijalankan perusahaan.
“Bagi kami, kepuasan masyarakat bukan sekadar angka dalam sebuah survei. Di balik setiap jawaban masyarakat ada pengalaman dan kebutuhan yang harus kami dengarkan. Karena itu, hasil survei ini akan menjadi bahan penting bagi kami untuk terus memperbaiki dan mengembangkan program CSR agar manfaatnya semakin besar dan tepat sasaran,” ujar Fachmi Wibowo.
Ia menegaskan, PLN Nusantara Power UP Bukit Asam berkomitmen agar program CSR tidak berhenti pada pemberian bantuan semata, tetapi mampu menciptakan kemandirian, peningkatan ekonomi dan keberlanjutan bagi masyarakat.
“Kami berharap program-program yang telah berjalan dapat terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang. Masukan dari masyarakat akan menjadi bagian dari evaluasi kami untuk menentukan langkah ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, tim Institut Pertanian Bogor (IPB) menyampaikan bahwa keterlibatan pihak independen dalam survei menjadi bagian penting untuk mendapatkan gambaran objektif mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap program CSR.
“Survei ini pada prinsipnya ingin melihat pengalaman dan persepsi masyarakat sebagai penerima manfaat. Kami menggali secara langsung apa yang sudah dirasakan, apa yang masih perlu diperbaiki, sekaligus apa yang menjadi harapan masyarakat terhadap keberlanjutan program ke depan,” ungkap perwakilan IPB.
Menurut tim IPB, hasil survei diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas program pemberdayaan masyarakat.
Dari suara warga, lahir evaluasi. Dari evaluasi, diharapkan lahir program yang semakin tepat guna.
Melalui kolaborasi PLN Nusantara Power UP Bukit Asam dan IPB tersebut, pelaksanaan CSR diharapkan semakin terarah, transparan dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sebab, keberhasilan sebuah program CSR bukan hanya diukur dari seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan dan mampu mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
