Puan Hayati Banjarnegara Gelar Acara Peningkatan Kapasitas Perempuan Dan Pemuda Dalam Memahami Tembang Dan Bahasa Jawa Untuk Pelestarian Budaya

  • Bagikan

Metronusa News, Banjarnegara, Jawa Tengah – Senin (22/6/2026) Perempuan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Puan Hayati ) Banjarnegara menggelar acara

Upaya pelestarian budaya Jawa bekerja sama dengan BKMA wilayah Propinsi Jawa Tengah yaitu kegiatan peningkatan kapasitas perempuan dan pemuda dalam memahami tembang serta bahasa Jawa.

Kegiatan yang di Gelar di Sanggar Sasmita Bawana Desa Somawangi Kec Mandiraja bertujuan menumbuhkan kecintaan Perempuan dan generasi muda terhadap warisan budaya sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai agen pelestari nilai-nilai budaya di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Pelatihan yang diikuti 125 peserta terdiri warga penghayat pria dan wanita .serta di hadiri Perwakilan dari Dinas kebudayaan Propinsi Jawa Tengah. BKMA. Jawa Tengah. Dinas Pariwisata kab Banjarnegara. Kesbangpol Kab Banjarnegara.Dikpora korwilcam mandiraja kepala Desa Somawangi. Dan Bunda Milenial Banjarnegara.serta berbagai Perwakilan organisasi dan komunitas lainya . menghadirkan materi mengenai unggah-ungguh basa, makna filosofi tembang Jawa, serta praktik melagukan tembang tradisional Jawa. Melalui pendekatan interaktif, peserta diajak memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tembang Jawa sebagai media pendidikan karakter dan kearifan lokal.

Ketua panitia kegiatan, Karsun menyampaikan bahwa penguatan kapasitas perempuan dan pemuda menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya Jawa perkembangan teknologi dan arus globalisasi.

“Tembang dan bahasa Jawa bukan sekadar warisan seni, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai kesopanan, gotong royong, serta penghormatan terhadap sesama. Oleh karena itu, generasi muda dan perempuan perlu diberikan ruang untuk belajar, memahami, dan mengembangkannya,” ujarnya.

Agus Perwakilan Dari Balai pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat. Wilayah Jawa Tengah saat di wawancara awak media di sela sela acara mengatakan “Kegiatsn hari ini sangat bagus sekali Bahasa Jawa kan memang ada tingkatan tingkatan yang ini memang sangat perlu sekali di sampaikan kepada para pemuda agar mereka paham. Demikian juga dengan tembang Jawa yang saat ini juga sudah mulai jarang di ketahui oleh para remaja dan pemuda sehingga perlu di datangkan Nara sumber untuk menyampaikan edukasinya ” Kata agus.

Kegiatan ini sejalan dengan berbagai inisiatif pelestarian bahasa Jawa yang dilakukan di berbagai daerah untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap bahasa dan tata krama Jawa di tengah tantangan modernisasi.

Selain sesi teori, peserta juga mengikuti praktik tembang macapat dan diskusi mengenai relevansi bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam setiap sesi, termasuk berbagi pengalaman mengenai penggunaan bahasa Jawa di lingkungan keluarga maupun komunitas.

Di lokasi yang sama Tukimin. S.Pd sebagai Narasumber kepada awak media mengatakan “Peserta sangat antusias skli menerima materi yang saya sampikan dan semoga menjadi dasar pengetahuan untuk bahasa Jawa ini di gunakan dalam sehari hari. Dan kedepanya dapat di perdalam lagi di acara lain dan narasumber lain yang lebih bagus ” Ujarnya merendah.

Melalui kegiatan ini diharapkan perempuan dan pemuda dapat menjadi pelopor pelestarian budaya, memperkuat identitas lokal, serta menularkan kecintaan terhadap tembang dan bahasa Jawa kepada generasi berikutnya.

(Ratih)

Editor: JM
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *