Bawa Pulang Ilmu Baru, Ini Pesan Dan Kesan Peserta Pembinaan Komunitas Literasi Banjarnegara

  • Bagikan

Metronusa News, BANJARNEGARA, Jawa Tengah – Selesainya kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi Kabupaten Banjarnegara yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada 18-20 Juni 2026 meninggalkan kesan mendalam bagi puluhan pesertanya.

Selama dua hari digembleng di Rumah Baca Purnama, para pegiat literasi mengaku pulang dengan membawa “amunisi” dan semangat baru untuk menghidupkan kampung halaman mereka.

Antusiasme ini salah satunya dirasakan oleh Agus Triawan, pegiat literasi dari Rumah Baca Ats Tsaqofi. Bagi Agus, pelatihan yang diinisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah di Rumah Baca Purnama ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan ruang refleksi dan pengisian daya bagi para pejuang literasi di desa.

“Kegiatan ini sangat luar biasa dan membuka cakrawala baru bagi kami di tingkat tapak. Kami tidak hanya diajari teknis pengelolaan, tetapi juga disadarkan betapa pentingnya menjaga mutu penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik,” ungkap Agus.

Ia berharap, bekal jaringan dan ilmu yang didapatkan selama dua hari ini bisa langsung ia terapkan untuk merangkul anak-anak muda di desanya agar lebih mencintai buku dan bahasa nasional.

Kesan senada juga diungkapkan oleh Salamah Hidayati Jannah, penggerak Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Maktabah Al-Hikmah. Bagi Salamah, kesempatan berkumpul dengan puluhan rekan seprofesi dari berbagai wilayah di Banjarnegara menjadi momen mahal untuk saling berbagi praktik baik (best practices).

Menurut Salamah, tantangan mengelola tempat baca di era digital tidaklah mudah. Namun, melalui pembinaan ini, ia mendapatkan banyak strategi segar untuk mengemas kegiatan literasi agar lebih interaktif dan inklusif bagi masyarakat desa.

“Di sini kami saling menguatkan. Berada di antara teman-teman seperjuangan membuat kami sadar bahwa kami tidak berjalan sendirian. Pulang dari sini, TBM Maktabah Al-Hikmah siap tancap gas menerapkan metode-metode baru yang lebih ramah anak dan humanis,” kata Salamah optimistis.

Baik Agus maupun Salamah sepakat menaruh harapan besar agar program pembinaan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Mereka mendorong adanya pendampingan yang berkelanjutan (sustainable) agar ekosistem literasi di Banjarnegara yang sudah mulai solid ini bisa terus terjaga.

Pesan dari para peserta ini sejalan dengan komitmen para pemangku kebijakan yang hadir dalam penutupan. Kegiatan ditutup secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Dwi Laily Sukmawati. Turut hadir dalam sesi penutupan tersebut Komisi 4 DPRD Banjarnegara, Lilis Ujianti, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara, Arief Rahman, dan Ketua PW Forum TBM Jawa Tengah, Heru Kurniawan.

Dengan bekal semangat menyala dari para peserta seperti Agus dan Salamah, cita-cita melahirkan “Generasi Emas, Bukan Generasi Cemas” dari pelosok desa Banjarnegara kini bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan nyata yang sedang berjalan.

(Team)

Editor: JM
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *