AHY Gagas Gerakan ‘Muliakan Sungai, Muliakan Negeri’ di Ciliwung, Ingatkan Pentingnya Tata Ruang

  • Bagikan
Oplus_16908288

MetronusaNews.id | BOGOR – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menginisiasi gerakan “Muliakan Sungai, Muliakan Negeri” di aliran Sungai Ciliwung, Kabupaten Bogor, Jumat (19/6/2026). Aksi ini digelar sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mengelola sumber daya air nasional secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, AHY menyampaikan apresiasi mendalam kepada para relawan, peneliti, dan komunitas yang telah mendedikasikan waktu serta tenaga untuk menjaga kelestarian bumi. Ia menekankan bahwa gerakan pelestarian ini tidak boleh berhenti pada tataran diskusi, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata.

“Gerakan ini kita gagas sekaligus untuk menggemakan sebuah spirit untuk memuliakan sungai. Kita mencoba untuk mengedukasi, karena tidak semua memahami pentingnya memuliakan sungai. Kedua adalah aksi. Tentu tidak berhenti di sambutan atau penelitian, tetapi harus diikuti dengan aksi langsung di lapangan,” ujar AHY setelah ikut menyusuri Sungai Ciliwung menggunakan kano dan membersihkan sampah secara langsung.

AHY menjelaskan bahwa kunci keberhasilan pelestarian lingkungan terletak pada sinergi multisektoral melalui pendekatan pentahelix. Pendekatan ini melibatkan lima elemen strategis:

1.Pemerintah: Baik pusat maupun daerah sebagai pembuat regulasi.

2.Akademisi: Para peneliti dari kampus dalam dan luar negeri untuk memberikan basis data ilmiah.

3.Dunia Usaha: Pengusaha dan pelaku kewirausahaan yang mampu melihat peluang ekonomi hijau di balik kelestarian alam.

4.Komunitas: Puluhan komunitas pencinta lingkungan dan taruna yang bergerak di akar rumput.

5.Media: Mitra strategis untuk mengartikulasikan dan mengamplifikasi pesan agar diketahui masyarakat luas.

“Tanpa para pelaku kewirausahaan, maka sulit kita membangun business opportunity. Karena di balik menjaga kelestarian alam, di situ sebenarnya ada peluang bisnis dan ekonomi untuk masyarakat kita,” tambahnya.

Sebagai menteri yang mengoordinasikan bidang infrastruktur dan kewilayahan, AHY mengingatkan bahwa Indonesia bukan hanya negara kepulauan dan maritim, melainkan juga “negeri sungai” dengan lebih dari 70.000 aliran sungai utama dan anak sungai. Sayangnya, modernisasi dan pembangunan beton yang masif kerap membuat kualitas sungai mengalami degradasi.

AHY menyoroti tiga permasalahan utama air, salah satunya adalah kondisi “terlalu banyak air” saat musim hujan ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang. Terkait Sungai Ciliwung yang membentang sepanjang 124 kilometer, ia meminta semua pihak memastikan tidak ada sumbatan pada daerah resapan air.

“Maka tata ruang wilayah ini harus diatur sebaik mungkin agar tidak menutup kawasan yang seharusnya tetap bebas dari bangunan fisik. Karena kalau itu terjadi—apapun alasannya, apakah untuk pembangunan atau untuk pariwisata—(akan memicu bencana),” tegas AHY menutup arahannya.

Penulis: BidawanEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *