Presiden Prabowo Segera Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Desa dan Hilirisasi Nasional

  • Bagikan

MetronusaNews.id | Cilacap, Jawa Tengah – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa pemerintah akan segera meresmikan 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa koperasi yang dibangun bukan hanya sekadar formalitas administratif, melainkan koperasi nyata yang memiliki fasilitas lengkap untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

“Koperasi ini bukan koperasi papan nama, tetapi koperasi yang memiliki gudang, cold storage, gerai usaha, hingga kendaraan distribusi,” ujar Presiden.

Program Koperasi Merah Putih ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan. Pemerintah ingin memastikan hasil produksi masyarakat dapat terserap lebih baik, distribusi menjadi lebih efisien, serta nilai tambah ekonomi tetap dinikmati rakyat di daerah.

Presiden juga mengungkapkan bahwa setelah tahap awal peresmian 1.000 koperasi, pemerintah menargetkan lebih dari 25.000 koperasi tambahan akan menyusul dalam dua hingga tiga bulan berikutnya.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian penting dari pemerataan ekonomi nasional yang selama ini masih terpusat di wilayah perkotaan dan industri besar.

Acara tersebut juga bertepatan dengan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II yang memiliki nilai investasi mencapai sekitar Rp116 triliun.

Proyek ini mencakup berbagai sektor strategis yang bertujuan memperkuat industrialisasi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.

Presiden menegaskan bahwa hilirisasi bukan hanya soal industri besar, tetapi juga tentang bagaimana kekayaan negara dapat kembali dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Negara harus memastikan arus kekayaan nasional kembali kepada rakyat, terutama masyarakat desa yang menjadi tulang punggung ekonomi bangsa,” tegasnya.

Program ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam membangun kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan koperasi dan hilirisasi industri yang berkelanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *