
MetronusaNews.id | LABUHANBATU — Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kabupaten Labuhanbatu kembali menjadi sorotan. Aktivitas pengisian BBM berulang di SPBU 14.214.221 Bulu Cina, Kecamatan Bilah Hulu, memunculkan dugaan adanya pola distribusi yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Dalam pantauan lapangan tim investigasi redaksi, sejumlah sepeda motor jenis Thunder dan satu unit mobil Mitsubishi L300 terlihat melakukan pengisian BBM secara berulang. Pola tersebut menimbulkan kecurigaan terkait kemungkinan pengumpulan atau pengalihan BBM bersubsidi untuk kepentingan di luar peruntukannya.
Dalam informasi yang dihimpun redaksi, RS alias Ridho Sinaga, yang disebut berprofesi sebagai wartawan, diduga terkait dengan aktivitas tersebut. Ia juga disebut-sebut mengklaim memiliki hubungan dengan seseorang yang dikenal sebagai Bang OK.
Namun, klaim mengenai keanggotaan tersebut justru dibantah langsung oleh Bang OK saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh tim redaksi.
Bang OK Tegaskan Ridho Sinaga Bukan Anggotanya
Dalam keterangannya kepada redaksi, Bang OK menegaskan bahwa Ridho Sinaga bukan anggota kelompoknya. Ia juga menyampaikan bahwa Ridho pernah meminta bantuannya apabila terdapat aparat penegak hukum yang hendak melakukan penindakan.
“Ridho Sinaga bukan anggota kami. Dia hanya meminta saya untuk membantu membekinginya jika ada oknum penegak hukum yang akan menindak,” ungkap Bang OK kepada tim redaksi.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai tujuan permintaan bantuan itu serta apakah nama Bang OK benar-benar digunakan untuk mencari perlindungan dari kemungkinan penindakan aparat.
Meski demikian, keterangan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya praktik perlindungan terhadap dugaan pelanggaran hukum. Diperlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan konteks pernyataan, hubungan para pihak, dan keterkaitannya dengan aktivitas pengisian BBM di SPBU tersebut.
Warga Minta Aparat Telusuri Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi
Aktivitas pengisian BBM secara berulang yang terpantau di SPBU 14.214.221 Bulu Cina turut menimbulkan kekhawatiran mengenai pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan pemeriksaan secara objektif, termasuk menelusuri pola transaksi pengisian, kesesuaian penggunaan BBM dengan ketentuan yang berlaku, serta kemungkinan adanya distribusi di luar peruntukan.
Jika ditemukan pelanggaran, penindakan diharapkan dilakukan sesuai ketentuan hukum tanpa membedakan latar belakang, profesi, ataupun hubungan seseorang dengan pihak tertentu.
Pengawasan juga dinilai penting untuk memastikan BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat dan kelompok yang berhak, bukan dialihkan untuk memperoleh keuntungan secara tidak sah.
Konfirmasi Pihak Terkait Masih Diperlukan
Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pengelola SPBU 14.214.221 Bulu Cina mengenai aktivitas pengisian BBM yang menjadi sorotan tersebut.
Redaksi juga belum memperoleh penjelasan langsung dari RS alias Ridho Sinaga terkait dugaan aktivitas pengisian berulang, klaim hubungan dengan Bang OK, serta maksud permintaan bantuan sebagaimana disampaikan Bang OK.
Oleh karena itu, dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Pantauan lapangan dan keterangan narasumber menjadi bahan awal pemberitaan, bukan kesimpulan bahwa tindak pidana telah terbukti.
MetronusaNews.id akan terus berupaya meminta klarifikasi kepada seluruh pihak terkait dan menyajikan perkembangan informasi secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik.
MetronusaNews.id – Aktual, Tajam & Terpercaya
