
Metronusa News, Banjarnegara, Jawa Tengah – Memulai Tahun Ajaran 2026/2027, RA Ma’arif NU Mandiraja Kulon, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga melalui Kelas Parenting bertema “Menggali Potensi, Lejitkan Prestasi” yang digelar pada Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh wali murid tersebut menghadirkan Praktisi Hypnoparenting sekaligus Founder Rumah Baca Purnama, Indra Hari Purnama, sebagai narasumber. Melalui kelas parenting ini, para orang tua diajak memahami bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di sekolah, tetapi juga oleh pola komunikasi dan pengasuhan yang diterapkan di lingkungan keluarga.
Kepala RA Ma’arif NU Mandiraja Kulon, Salamah Hidayatul Jannah, mengatakan kelas parenting menjadi agenda penting di awal tahun ajaran sebagai langkah menyamakan persepsi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Anak akan berkembang secara optimal ketika sekolah dan keluarga berjalan seiring. Karena itu, kami ingin membangun kesepahaman mengenai tanggung jawab pendidikan, sekaligus mengajak orang tua menerapkan pola pengasuhan yang lebih positif melalui perilaku yang baik, ucapan yang membangun, dan prasangka yang baik kepada anak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi agar hubungan antara sekolah dan wali murid semakin erat,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Indra Hari Purnama menegaskan bahwa orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak.
Menurutnya, setiap perkataan dan sikap orang tua akan tersimpan dalam alam bawah sadar anak dan berpengaruh terhadap pembentukan karakter, rasa percaya diri, hingga semangat belajar mereka.
“Sering kali kita ingin anak menjadi pribadi yang hebat, tetapi lupa bahwa yang paling sering didengar anak setiap hari adalah ucapan orang tuanya. Kalimat sederhana seperti ‘kamu pasti bisa’, ‘Ayah dan Bunda bangga padamu’, atau ‘terima kasih sudah berusaha’ mampu menjadi sugesti positif yang membentuk karakter anak. Sebaliknya, ucapan yang merendahkan atau membanding-bandingkan justru dapat menghambat tumbuhnya potensi mereka,” tutur Indra.
Ia menambahkan bahwa setiap anak lahir dengan potensi yang berbeda. Tugas orang tua bukan memaksakan anak menjadi seperti orang lain, melainkan menemukan kelebihan yang dimiliki anak dan mendampinginya dengan kasih sayang serta komunikasi yang positif.
“Prestasi bukan hanya soal nilai akademik. Prestasi adalah ketika anak mampu berkembang sesuai potensi terbaiknya. Karena itu, orang tua perlu menjadi sahabat yang mendukung, bukan sekadar penuntut hasil. Rumah adalah tempat pertama anak belajar percaya diri, belajar menghargai diri sendiri, dan belajar menghadapi kehidupan,” tambahnya.

Suasana kelas parenting berlangsung hangat dan interaktif. Para wali murid tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai tantangan mendidik anak di era digital.
Diskusi dua arah tersebut membuat peserta memperoleh solusi yang lebih dekat dengan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Salah seorang peserta, Hadi, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut.
“Materinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Saya jadi lebih mengerti bagaimana berbicara kepada anak dengan cara yang positif. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan agar kami sebagai orang tua terus belajar dan bisa saling bertukar pengalaman dalam mendidik anak,” katanya.
Melalui kelas parenting ini, RA Ma’arif NU Mandiraja Kulon berharap terbangun kemitraan yang semakin kuat antara sekolah dan keluarga. Dengan sinergi yang baik, proses pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga berlanjut di rumah sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, percaya diri, dan mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya.
(Ratih /Team)
