
MetronusaNews.id | BANDAR LAMPUNG – Diskusi publik bertema “Pemuda Bergerak untuk Masa Depan Berkelanjutan” digelar di Djaya House Caffe & Resto, Rabu (21/10/2026), Kegiatan terbuka untuk umum ini diikuti organisasi mahasiswa dan berbagai elemen sebagai ruang dialog dan kolaborasi untuk mendorong keterlibatan generasi muda.
Diselenggarakan oleh PKBI Lampung, diskusi yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB ini menghadirkan tujuh pemateri dari BAPPEDA Provinsi Lampung, Ketua AJI Bandar Lampung, Ketua SP Sebaya Lampung, Direktur Eksekutif Yayasan penggerak Lingkungan Sosial, Direktur UBL SDGs Center, Staf Advokasi 7 kampanye WALHI Lampung, dan Direktur Eksekutif Daerah PKBI Lampung. Kegiatan bertujuan memperkuat peran orang muda dalam pembangunan berkelanjutan di tengah isu lingkungan dan kesenjangan sosial.
*Pemuda Berperan Strategis*
Direktur UBL SDGs Center, Dr.Eng. Ir. AR. Fritz Akhmad Nuzir,S.T., M.A., SCL., GA., IAI. menyebut pemuda memiliki peran strategis dalam mewujudkan SDGs melalui inovasi, kolaborasi, dan aksi nyata. Menurutnya, teknologi harus memperkuat kontribusi, bukan menggantikan keterlibatan langsung di masyarakat. Ia juga mengingatkan agar pemenuhan kebutuhan generasi muda saat ini tidak mengabaikan dampak lingkungan, karena kondisi lingkungan akan menentukan masa depan mereka sendiri.
*Krisis Iklim dan Karhutla*
Staf Advokasi dan Kampanye WALHI Lampung, Mustakim, menekankan bahwa isu lingkungan berkaitan erat dengan SDGs, terutama penanganan perubahan iklim, air bersih dan sanitasi layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, ekosistem laut dan darat, serta kota berkelanjutan. Ia menyoroti naiknya suhu udara dan berulangnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meresahkan generasi muda. Menurutnya, berbagai aksi protes kelompok pemuda mencerminkan penanganan lingkungan yang dinilai belum optimal. Ia menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi pemuda.
*Perspektif Perempuan*
Ketua SP Sebay Lampung, Reni Yuliana Meutia,S.Kom., M.M. menyatakan bahwa seluruh 17 tujuan SDGs berkaitan dengan perempuan tanpa terkecuali. Ia menyoroti kesenjangan akses pendidikan dan informasi yang dialami perempuan di pedesaan, termasuk informasi tentang SDGs, serta minimnya pelibatan mereka dalam pengambilan keputusan kerap diposisikan sebagai objek, padahal seharusnya menjadi subjek pembangunan.
*Peran Media*
Ketua AJI Bandar Lampung, Dian Wahyu Kusuma, M.Si. menilai program lembaga swadaya masyarakat dan organisasi masyarakat sipil belum sepenuhnya tersampaikan ke publik. Menurutnya, tugas media adalah menyederhanakan informasi kompleks seperti emisi dan indikator SDGs agar mudah dipahami, dengan berkolaborasi bersama akademisi dan tenaga ahli. Ia juga mengingatkan pentingnya pemberitaan yang setara gender, bebas stereotip, serta berbasis fakta.
*Pelibatan dalam Perencanaan Daerah*
Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses pembangunan daerah. Pemuda, baik prempuan maupun laki laki, diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan tetapi juga berperan sebagai subjek yang aktif, Ia menyatakan pemuda dan perempuan dilibatkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan dari tingkat desa hingga provinsi. Pelibatan itu juga mencakup penyusunan RPJPD, RPJMD, dan RKPD . Pemerintah Provinsi memprioritaskan pembangunan berbasis desa, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian lingkungan. Bappeda membuka ruang masukan dari pemuda atas tujuh prioritas pembangunan daerah, dengan penyusunan RKPD.
*Pandangan Diektur Eksekutif Daerah PKBI Lampung*
Direktur Eksekutif Daerah PKBI Lampung, Muhamad Fajar Santoso,S.H., M.H. menyatakan pemerintah tidak dapat merumuskan kebijakan yang optimal tanpa mendengar aspirasi masyarakat, sementara partisipasi publik juga membutuhkan dukungan pemerintah. Menurutnya, kerja masyarakat sipil mengisi kebutuhan yang belum terjangkau negara, namun tanggung jawab pembangu.
