
MetronusaNews, BOYOLALI – Polres Boyolali bersama TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surakarta, dan petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Boyolali menggelar apel dan razia gabungan dengan sasaran narkoba serta benda-benda terlarang, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.18 WIB tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.
Apel dipimpin Kepala Rutan Kelas II B Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto serta diikuti jajaran pejabat Polres Boyolali, personel TNI Kodim 0724/Boyolali, anggota BNN Kota Surakarta, dan petugas rutan.
Kabag Ops Polres Boyolali Kompol Solikhin dalam arahannya menekankan agar seluruh personel melaksanakan razia secara profesional dan humanis dengan tetap memperhatikan prosedur serta menghormati hak-hak warga binaan.
Ia juga menegaskan pentingnya ketelitian petugas dalam memeriksa kamar hunian untuk memastikan tidak terdapat narkoba maupun benda berbahaya lainnya yang dilarang berada di dalam rutan. Pemeriksaan terhadap warga binaan perempuan juga harus dilakukan oleh petugas perempuan sesuai ketentuan.
Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan, kegiatan razia dibagi menjadi empat tim gabungan yang bertugas sesuai pembagian tugas masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, Sipropam Polres Boyolali turut melaksanakan pengamanan dan pengawasan kegiatan guna memastikan seluruh rangkaian berjalan sesuai ketentuan. Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 36 personel Polres Boyolali terlibat dalam kegiatan razia gabungan tersebut.
Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih membenarkan pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sinergi antara Polri, TNI, BNN, dan pihak rutan merupakan langkah penting untuk memperkuat pengawasan serta mencegah potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
“Razia gabungan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mencegah peredaran narkoba dan menjaga keamanan di lingkungan rutan. Pelaksanaannya tetap mengedepankan sikap humanis, profesional, dan sesuai prosedur,” ujarnya.
Selama pelaksanaan apel dan persiapan razia gabungan, kegiatan berlangsung aman dan lancar. Upaya pengawasan terpadu diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antarlembaga dalam menciptakan lingkungan rutan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba.
