
Metronusa News, Cilacap – Revitalisasi SD Muhammadiyah Caruy Kecamatan Cipari. Mendapat kan dana Revitalisasi sebesar Rp.1.047.951.117 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui dana APBN. Kegiatan tersebut di Anggarkan untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD). APD ini adalah perlengkapan wajib untuk melindungi pekerja dari resiko bahaya di tempat kerja. Selain itu juga di lokasi pekerjaan diduga tidak terdapat Direksi Kit.

Temuan dugaan ini muncul setelah Tim melakukan Kroscek lapangan. Diduga hampir keseluruhan pekerja tidak menggunakan APD. Tentu ini sangat melanggar aturan yang sudah di tetapkan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Termasuk harus adanya Direksi Kit diatur dalam Pepres Pengadaan Barang dan Jasa Milik Pemerintah.
Supaya berita ini tetap berimbang tim konfirmasi dengan pengawas lapangan yaitu BG. Berdasarkan keterangan BG bahwa untuk APD dan Direksi Kit, BG belum mengetahui begitu detail mengingat baru empat hari menjadi pengawas lapangan. Kalau untuk Direksi Kit memang tidak ada, ungkap nya.

Selanjut nya Tim juga konfirmasi dengan Konsultan Pengawas yaitu WN, berdasarkan keterangan WN. Pekerja tidak menggunakan APD karena belum begitu diperlukan, mengingat pekerjaan masih sebatas pekerjaan biasa belum melakukan pengecoran, ujarnya.
Tim juga konfirmasi dengan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Caruy yaitu RI melalu via WhatsApp dengan mengajukan beberapa item pertanyaan. Sampai berita ini diterbit belum ada jawaban resmi dari Kepala Sekolah. 25/08/2026.

Temuan ini diharapkan menjadi perhatian pihak-pihak terkait, terutama pengawas internal dari Kementerian Pendidikan dan Juga Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap yang diduga sebagai pengawas internal. Untuk dapat melakukan teguran keras kepada pihak pelaksana dan juga penanggung jawab dari pada pelaksanaan revitalisasi. Karena apabila terjadi kecelakaan di dalam pekerjaan proyek revitalisasi ini maka dapat diduga keras adalah kelalaian kerja. Kerena pekerja diduga tidak menggunakan APD.
(TIM – MN)
