
MetronusaNews.id | TAPANULI SELATAN — Pengawasan internal di lingkungan Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali diperketat. Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) melaksanakan kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin) pada Kamis (20/8/2026), dengan sorotan utama yang tidak sekadar soal seragam dan ketepatan waktu, melainkan perilaku digital yang kini menjadi bidang ujian baru bagi setiap personel.
Berbeda dengan penegakan disiplin konvensional, kali ini Propam Polres Tapsel menaruh perhatian khusus pada dua ancaman yang makin meluas di kalangan masyarakat, termasuk di jajaran kepolisian: judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol). Kegiatan ini sekaligus menjadi peringatan keras agar seluruh anggota lebih bijak dan beretika dalam bermedia sosial.
Plt. Kasi Propam Polres Tapsel, Ipda Afran Praja Siregar, S.H., menyampaikan bahwa fungsi pengawasan internal tidak berhenti pada penampilan fisik di lapangan. Di era digital, disiplin juga berarti mampu mengendalikan diri di ruang maya.
“Kami tegaskan: jangan sampai ada anggota yang terjerat judi online maupun pinjaman online ilegal. Kerugian pribadi bisa berimbas pada keluarga, kinerja tugas, hingga pada akhirnya mencoreng nama baik institusi Polri. Ini bukan sekadar peringatan, melainkan syarat mutlak menjaga marwah lembaga,” tegas Ipda Afran.
Ia menambahkan bahwa kemajuan teknologi ibarat pedang bermata dua. Jika tidak disikapi dengan tanggung jawab, kemudahan yang ditawarkan justru bisa menjadi jebakan yang menghancurkan kredibilitas pribadi maupun institusi.
“Di media sosial, setiap ucapan, tindakan, maupun sikap yang ditampilkan adalah cermin Polri. Etika tidak berhenti saat lepaskan seragam. Di ruang publik maupun dunia digital, anggota tetap harus menjaga martabatnya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat,” ujarnya.
Selain pengingatan soal etika digital dan kebijakan finansial, tim Propam juga melakukan pemeriksaan standar kelengkapan atribut, kerapihan penampilan, serta memberikan arahan menyeluruh terkait kedisiplinan harian personel.
Pengawasan dan pembinaan semacam ini ditegaskan akan terus dilakukan secara berkelanjutan — bukan untuk menyulitkan, melainkan sebagai bentuk komitmen Polres Tapsel membentuk personel yang tidak hanya cakap dalam bertugas, tetapi juga berkarakter, bijaksana, dan teladan di tengah masyarakat.
“Setiap anggota harus mampu menjaga perilaku, baik saat melaksanakan tugas negara maupun dalam kehidupan sehari-hari di tengah keluarga dan lingkungan. Itu standar yang harus kita penuhi bersama,” tutup Ipda Afran.
