Direktur RS EMC Sentul Sampaikan Permintaan Maaf, TIB Pilih Berdamai Demi Perbaikan Pelayanan Kesehatan

  • Bagikan

MetronusaNews.id | Bogor – Polemik dugaan pelayanan pasien darurat di RS EMC Sentul yang sempat menjadi perhatian publik akhirnya diselesaikan melalui jalur musyawarah. Dalam audiensi yang difasilitasi Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Direktur RS EMC Sentul menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, sementara Timur Indonesia Bersatu (TIB) menerima penyelesaian tersebut secara damai.

Audiensi dihadiri oleh jajaran Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, manajemen RS EMC Sentul, serta perwakilan Timur Indonesia Bersatu (TIB).

Dalam forum tersebut, Ibu Usmiati selaku Direktur RS EMC Sentul menyampaikan penyesalan atas peristiwa yang menimbulkan keresahan di masyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban, keluarga, dan seluruh pihak yang terdampak.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ke depan, kami berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya pasien dalam kondisi darurat, dapat berjalan lebih baik sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ibu Usmiati Direktur Rumah Sakit EMC Sentul.

Pada kesempatan yang sama, pihak rumah sakit juga memberikan klarifikasi terkait estimasi biaya penanganan pasien dan biaya ambulans yang sebelumnya menjadi sorotan. Manajemen menyatakan akan menjadikan masukan dari berbagai pihak sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dyon Rivardin, kembali mengingatkan bahwa pelayanan medis bagi pasien dalam kondisi darurat merupakan hak setiap warga negara.

“Sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, setiap orang berhak mendapatkan pelayanan medis, terutama dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Ketua Timur Indonesia Bersatu (TIB) Kabupaten Bogor, Billy, menyatakan pihaknya menerima dengan ikhlas permintaan maaf yang telah disampaikan oleh manajemen RS EMC Sentul.

Menurut Billy, tujuan utama TIB sejak awal adalah memperjuangkan hak masyarakat agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, bukan memperpanjang konflik.

“Kami mengapresiasi sikap terbuka dan itikad baik dari pihak RS EMC Sentul yang telah menyampaikan permintaan maaf. Atas dasar itu, kami menerima penyelesaian ini secara damai dan berharap persoalan ini menjadi pembelajaran bersama agar pelayanan kesehatan semakin baik ke depan,” kata Billy.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor yang telah memfasilitasi audiensi, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang memberikan penjelasan mengenai aturan pelayanan pasien darurat sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Terima kasih kepada Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor yang telah menjadi jembatan komunikasi bagi semua pihak. Kami juga mengapresiasi Dinas Kesehatan yang telah memberikan penegasan mengenai hak pasien. Semoga ke depan tidak ada lagi masyarakat yang mengalami persoalan serupa,” tambahnya.

Billy menegaskan bahwa penyelesaian damai ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, seluruh pihak sepakat mengakhiri polemik melalui musyawarah serta menjadikan hasil audiensi sebagai langkah bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor.

Penulis: SyfEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *