
Metronusa News, CILACAP, – Pemerintah Desa Wlahar kembali menggelar rangkaian acara tahunan sebagai wujud syukur dan pelestarian adat budaya setempat. Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak hari Kamis ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial, keagamaan, hingga pentas kesenian tradisional.
Kepala Desa Wlahar, Samin, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara ini merupakan agenda rutin yang didanai sepenuhnya melalui swadaya masyarakat. 15/05/2026.
“Kebetulan saya sampaikan, bahwasanya acara ini kan acara tahunan. Untuk tahun 2026 ini, “rundown”-nya dimulai dari hari Kamis,” ujar Samin saat diwawancarai di sela-sela acara.
Rangkaian acara diawali pada Kamis pagi dengan kegiatan ziarah ke makam para leluhur dan mantan perangkat desa yang telah mendahului. Kemudian, pada Kamis malam, warga berkumpul untuk melaksanakan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.
Memasuki hari Jumat, kegiatan diawali dengan aksi bakti sosial yang melibatkan warga masyarakat. Pada sore harinya, dilaksanakan ritual inti yang dinilai sangat sakral oleh warga setempat, yaitu ritual Ruwat Bumi.
“Tadi sore ada ritual yang sangat sakral, namanya Ruwat Bumi. Ada potong kambing, karena kita belum mampu untuk memotong kerbau,” tambah Samin. Rangkaian acara tersebut kemudian ditutup dengan pentas wayang kulit semalam suntuk yang digelar pada Jumat malam.
Ada yang menarik dalam pagelaran wayang kulit kali ini. Sebelum pertunjukan utama dimulai, panggung dimeriahkan oleh penampilan kelompok karawitan ibu-ibu PKK Desa Wlahar yang bernama Sekar Jaya Laras. Kelompok ini tampil memukau penonton dengan membawakan beberapa gending jawa selama kurang lebih satu jam.
Samin menjelaskan bahwa alat musik gamelan yang digunakan merupakan hasil pengadaan dari Dana Desa bidang kebudayaan pada tahun 2023, tak lama setelah dirinya menjabat sebagai Kepala Desa pada tahun 2022.
“Ini adalah ibu-ibu PKK yang saya arahkan supaya lebih positif untuk belajar dan berguru tentang karawitan. Kebetulan narasumber dan gurunya juga orang sini asli (pribumi),” jelas Samin, yang juga bertindak sebagai pimpinan dari grup karawitan tersebut.
Kelompok karawitan Sekar Jaya Laras yang tampil malam ini merupakan generasi ketiga. Samin berharap melalui momentum Ruwat Bumi dan pentas wayang ini, kreativitas ibu-ibu PKK dalam melestarikan seni karawitan dapat terus berkembang dan menginspirasi generasi muda di Desa Wlahar.
