
Metronusa News, Labuhan Batu | Perang terhadap narkoba selalu terdengar lantang dalam pidato, spanduk, dan konferensi pers. Namun perang yang sesungguhnya tidak diukur dari seberapa keras slogan dikumandangkan. Ia diukur dari keberanian bertindak di titik yang paling rawan.
Kampung Padang hari ini menjadi cermin itu.
Di area perkuburan Kecamatan Pangkatan, warga menyebut aktivitas yang diduga sebagai transaksi sabu masih terlihat hingga 23 Februari 2026. Jika informasi ini benar, maka pertanyaannya bukan lagi soal ada atau tidak ada isu — melainkan seberapa cepat negara hadir.
Perkuburan adalah simbol kesunyian dan penghormatan. Jika tempat itu sampai disebut-sebut menjadi lokasi transaksi narkotika, maka yang tercoreng bukan hanya ketertiban hukum, tetapi juga martabat sosial.
Janji Sudah Disampaikan, Publik Menunggu Pembuktian
Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu telah merespons dengan pernyataan:
“Akan kami lidik dan tindak lanjuti.”
Pernyataan itu penting. Namun dalam isu sensitif seperti ini, waktu menjadi faktor krusial.
Jika hingga tanggal yang disebut aktivitas di lapangan dikabarkan masih terlihat, maka publik wajar bertanya:
*Apakah proses lidik sudah berjalan?
*Apakah pengawasan telah diperketat?
*Apakah ada kendala yang belum diketahui publik?
Transparansi bukan untuk membuka strategi, tetapi untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Jangan Biarkan Kepercayaan Publik Terkikis
Narkotika bukan sekadar pelanggaran hukum. Ia adalah perusak generasi.
Ketika warga mulai merasa bahwa aktivitas mencurigakan berlangsung tanpa perubahan, yang terancam bukan hanya keamanan lingkungan, tetapi juga rasa percaya pada institusi penegak hukum.
Dan kepercayaan publik, sekali retak, sulit dipulihkan.
Ini Bukan Serangan, Ini Pengingat
Editorial ini bukan untuk menghakimi siapa pun. Semua pihak yang disebut tetap berada dalam koridor asas praduga tak bersalah.
Namun kritik publik adalah bagian dari demokrasi.
Dan tekanan moral adalah bagian dari fungsi pers.
Jika perang terhadap narkoba adalah komitmen, maka Kampung Padang adalah panggung pembuktiannya.
Saatnya Negara Hadir Secara Nyata
Warga tidak meminta sensasi.
Warga tidak meminta pencitraan.
Warga hanya meminta kepastian bahwa hukum tidak ragu.
Jika hingga 23 Februari 2026 aktivitas disebut masih terlihat, maka langkah berikutnya tidak boleh lagi sekadar respons — ia harus menjadi tindakan.
Karena pada akhirnya, sejarah tidak mencatat siapa yang berjanji.
Sejarah mencatat siapa yang bertindak.
