
Metronusa News, CILACAP – Polresta Cilacap memperkuat upaya pemberantasan Tuberkulosis (TB) Paru hingga tingkat desa dengan menyiapkan para Bhabinkamtibmas sebagai tracer. Langkah tersebut menjadi tindak lanjut Program Peduli Berantas TB Paru yang diinisiasi Polda Jawa Tengah melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan, tenaga medis, serta berbagai elemen masyarakat.
Komitmen itu diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan dan Pelatihan Tracer TB Paru bagi Bhabinkamtibmas jajaran Polresta Cilacap yang berlangsung di Gedung Patra Graha Pertamina Cilacap, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan dokter spesialis paru dr. Dwi Indrayati, Sp.P., serta narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap untuk memberikan pembekalan teknis kepada peserta.
Kapolresta Cilacap Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan keterlibatan personel Bhabinkamtibmas diharapkan mampu memperluas jangkauan penanganan TB hingga wilayah terpencil. Menurutnya, program ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap agenda nasional percepatan eliminasi TB yang saat ini masih menjadi tantangan serius di Indonesia.
“TB Paru merupakan persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama. Karena itu kami dari Polresta Cilacap hadir untuk membantu masyarakat melalui peran Bhabinkamtibmas yang selama ini berinteraksi langsung dengan warga di desa-desa,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat menjadi modal penting untuk mendeteksi lebih dini warga yang berisiko terpapar maupun yang membutuhkan pendampingan selama menjalani pengobatan. Dengan kemampuan yang diperoleh dalam pelatihan tersebut, personel diharapkan dapat membantu proses penemuan kasus sekaligus mengawal pasien agar menjalani terapi hingga tuntas.
Upaya itu, lanjut Kapolresta, tidak dapat dilaksanakan secara parsial. Oleh sebab itu, sinergi dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah desa, dan unsur tiga pilar menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program di lapangan.
“Saya minta seluruh anggota terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan serta perangkat desa. Tujuan akhirnya adalah membantu warga yang sakit mendapatkan penanganan dan mencegah penularan kepada masyarakat lainnya,” tegasnya.
Selain mendapatkan materi mengenai TB Paru dan pola penyebarannya, peserta juga dibekali metode pelacakan serta mekanisme pendataan yang akurat. Hasil dari kegiatan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah penanganan yang lebih efektif di masing-masing wilayah binaan.
Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Hasanudin, S.TP., M.M. Ia menilai keterlibatan Polri akan memperkuat jaringan deteksi dini karena Bhabinkamtibmas memiliki akses langsung ke lingkungan masyarakat yang selama ini sulit dijangkau petugas kesehatan secara rutin.
“Kami mengapresiasi langkah Polresta Cilacap yang turut mendukung percepatan penanggulangan TB. Dengan kerja sama lintas sektor, proses penemuan kasus, pendampingan pasien, hingga pemantauan pengobatan dapat berjalan lebih optimal,” kata Hasanudin.
Untuk menjaga efektivitas pelaksanaan program, koordinasi antara jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan akan terus dilakukan secara berkala. Evaluasi bersama juga menjadi bagian dari strategi guna memastikan target penanganan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Melalui pelatihan tersebut, Polresta Cilacap berharap para Bhabinkamtibmas mampu menjadi ujung tombak dalam menemukan kasus TB Paru di lingkungan masyarakat. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, program TOSS TB diharapkan dapat mempercepat kesembuhan pasien sekaligus menekan angka penularan hingga ke pelosok Kabupaten Cilacap.
