
MetronusaNews, Kebumen — Kebakaran melanda lahan perbukitan milik warga di Dukuh Sumelang, Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, pada Jumat malam, 16 Oktober 2026. Api membakar sekitar tiga hektare lahan sebelum berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 WIB.
Kebakaran tersebut menambah kejadian serupa yang berlangsung di Kabupaten Kebumen pada hari yang sama. Siang harinya, kebakaran terjadi di kawasan pegunungan Dukuh Brangkal, Desa Klopogodo, Kecamatan Gombong. Api di lokasi itu berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB, meski tiga titik api dilaporkan kembali muncul pada pukul 17.50 WIB.
Kapolres Kebumen AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, penanganan kebakaran dilakukan bersama oleh kepolisian, pemerintah daerah, petugas terkait, dan masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di kawasan perbukitan yang dipenuhi dedaunan kering.
Di Gemeksekti, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB. Ketua RT setempat, Mistam, 45 tahun, melihat asap berasal dari kawasan perbukitan. Ia kemudian menghubungi warga lainnya, Afid, 35 tahun, untuk bersama-sama memeriksa lokasi.
Setelah memastikan adanya kebakaran, warga melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kepala Desa Gemeksekti kemudian menghubungi Polsek Kebumen sekitar pukul 18.45 WIB.
Kapolsek Kebumen AKP Wayan Sukedana bersama personel kepolisian mendatangi lokasi dan membantu warga memadamkan api. Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan seadanya karena medan perbukitan tidak dapat dijangkau mobil pemadam.
“Sekitar pukul 21.30 WIB, api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare,” ujar Kapolres Kebumen AKBP Rachmad, Sabtu 17 Oktober 2026.
Lahan yang terbakar merupakan milik warga dan berbatasan dengan wilayah Desa Jemur, Kecamatan Kebumen. Kawasan tersebut ditanami pohon keras dan dipenuhi daun kering yang berpotensi mempercepat penyebaran api. Hingga laporan awal disusun, penyebab kebakaran di Gemeksekti belum diketahui.
Sementara itu, kebakaran di Dukuh Brangkal, Desa Klopogodo, Kecamatan Gombong, diketahui sekitar pukul 12.26 WIB setelah perangkat desa menerima informasi dari warga. Lokasi kebakaran berada di kawasan pegunungan yang berbatasan dengan Pegunungan Igir Gadung di Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor.
“Pemerintah desa, Polsek Gombong, Koramil 02 Gombong, pihak kecamatan, dan warga kemudian bergerak melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB,” imbuh Kapolres.
Namun, sekitar pukul 17.50 WIB, tiga titik api dilaporkan kembali muncul di sekitar lokasi yang terbakar. Petugas bersama warga dan unsur terkait kembali melakukan pemadaman.
Berdasarkan pemeriksaan awal, lahan di kawasan Brangkal juga ditumbuhi pohon keras dan dipenuhi daun kering. Kebakaran di lokasi tersebut diduga berkaitan dengan sisa api dari kebakaran lahan di kawasan Pegunungan Igir Pandan, Desa Kedungjati, Kecamatan Sempor. Dugaan itu masih memerlukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan sumber api di kawasan perbukitan, termasuk saat membersihkan lahan. Warga juga diminta segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.
Keterlibatan warga dalam memberikan informasi dan membantu pemadaman menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran lahan, terutama di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan.
(Humas Polres Kebumen)
