Gerak Cepat Polisi dan Damkar Cegah Kebakaran Merambat ke SPBU Slarang

  • Bagikan

MetronusaNews, Cilacap – Kebakaran terjadi di lahan belakang Toko Onderdil Chilla Auto Variasi, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 10.45 WIB. Lokasi kebakaran berada di sekitar SPBU Slarang, sehingga penanganan dilakukan dengan cepat untuk mencegah api merambat dan menimbulkan risiko yang lebih besar.

Kebakaran pertama kali diketahui seorang karyawan SPBU Cantelan, Sakirun, yang saat itu sedang membersihkan area sekitar SPBU. Ia melihat kepulan asap hitam dari arah belakang toko dan kemudian meminta bantuan warga di sekitar lokasi. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Polsek Kesugihan.

Mendapat laporan itu, personel Polsek Kesugihan langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dari S2P PLTU Karangkandri. Pemadaman segera dilakukan untuk mengendalikan api yang membakar tumpukan sampah dan ban bekas di lahan tersebut. Sekitar 15 menit setelah petugas tiba, api berhasil dipadamkan dan dipastikan tidak merambat ke bangunan maupun area SPBU.

Kasi Humas Polresta Cilacap AKP Wendi Andranu, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan lokasi kebakaran yang berada di sekitar SPBU menjadi perhatian utama petugas sehingga penanganan dilakukan sesegera mungkin.

“Begitu mendapat laporan, anggota langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pemadam kebakaran. Karena lokasinya berada di sekitar SPBU, api harus segera dikendalikan agar tidak merambat dan menimbulkan bahaya yang lebih besar,” ujarnya.

Dari pemeriksaan awal, kebakaran diduga bermula dari puntung rokok yang dibuang ke ilalang kering. Seorang pencari rumput bernama Soleh mengaku sempat merokok saat berada di sekitar lokasi, kemudian membuang puntung rokok ke arah ilalang sebelum meninggalkan tempat tersebut. Saat kembali, ia melihat api sudah membesar dan berupaya memadamkannya, namun api tidak berhasil dikendalikan hingga akhirnya meminta bantuan petugas SPBU.

“Dugaan sementara api dipicu puntung rokok yang dibuang ke ilalang kering. Kondisi lahan yang banyak ditumbuhi rumput kering membuat api cepat membesar. Untuk memastikan penyebabnya, Unit Reskrim tetap melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi,” kata AKP Wendi.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuang puntung rokok, terutama di lahan yang kering dan berada di sekitar fasilitas yang memiliki potensi bahaya.

“Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak menganggap sepele puntung rokok. Apalagi kalau berada di lahan kering dan dekat dengan fasilitas seperti SPBU. Sedikit kelalaian bisa menimbulkan risiko yang jauh lebih besar,” pungkasnya.

Penulis: NanikEditor: JM
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *