
Metronusa News, BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Boyolali bekerja sama dengan Kodim 0724/Boyolali menggelar pelatihan pembinaan karakter bagi penyandang disabilitas. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Pustaka Hamiluhur, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu ( 08/07/26)
Pelatihan tidak hanya berfokus pada pembentukan kedisiplinan, tetapi juga membangun mental, kepercayaan diri, serta kemampuan bekerja sama. Diharapkan para penyandang disabilitas memiliki bekal yang kuat untuk bersaing dan beradaptasi di lingkungan kerja.
Ketua Tim Pelatih Kodim 0724/Boyolali, Serka Sunarno, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri para peserta agar tidak lagi merasa rendah diri atau menutup diri dari lingkungan.
“Kami ingin adik-adik penyandang disabilitas memiliki keberanian untuk menunjukkan kemampuan yang mereka miliki. Selain itu, kami juga melatih pengendalian emosi dan stres agar mereka lebih siap menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan kedisiplinan menjadi salah satu materi utama karena merupakan nilai yang sangat dibutuhkan di setiap perusahaan. Dengan disiplin yang baik, para peserta diharapkan mampu menjadi tenaga kerja yang profesional dan bertanggung jawab.
Suasana pelatihan berlangsung penuh semangat. Selain materi pembinaan, peserta juga diajak mengikuti berbagai permainan yang dirancang untuk melatih keterampilan, kecepatan berpikir, komunikasi, serta kekompakan dalam bekerja sama sebagai sebuah tim.
Salah seorang peserta, Puput ( 21), mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan pelatihan ini telah mengubah cara pandangnya terhadap diri sendiri.
“Dulu saya sempat minder dan sulit menerima keadaan. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya menjadi lebih percaya diri. Saya yakin bahwa saya juga mampu berkarya dan bekerja seperti orang lain,” ungkapnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Boyolali berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi, mental yang kuat, serta kepercayaan diri untuk memasuki dunia kerja. Langkah ini juga menjadi wujud komitmen pemerintah dalam mewujudkan kesempatan kerja yang inklusif, sehingga penyandang disabilitas dapat memperoleh hak dan peluang yang sama untuk berkarya serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.
(Agus Kemplu)
