
Metronusa News, Cilacap – Aksi unjuk rasa yang digelar BEM UNUGHA Cilacap bersama PMII Cilacap di kawasan Kantor Bupati dan Alun-Alun Cilacap, Selasa (23/6/2026), berlangsung tertib hingga selesai. Aksi yang diikuti 39 peserta tersebut diwarnai penyampaian aspirasi melalui orasi, long march, hingga dialog terbuka bersama unsur pemerintah daerah yang difasilitasi Polresta Cilacap.
Massa aksi memulai kegiatan dengan long march dari Lapangan Sudirman menuju Kantor Bupati Cilacap. Setibanya di lokasi, peserta menyampaikan aspirasi melalui orasi dan membentangkan sejumlah spanduk serta poster yang memuat berbagai isu nasional maupun daerah. Kegiatan juga diisi dengan penampilan tarian oleh mahasiswa UNUGHA asal Papua sebagai bentuk ekspresi budaya dalam penyampaian aspirasi.
Di tengah jalannya aksi, massa sempat melakukan pembakaran ban bekas sebagai simbol penyampaian aspirasi. Personel Polresta Cilacap bersama petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cilacap bergerak cepat memadamkan api sehingga situasi tetap terkendali dan rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman.
Kapolresta Cilacap Kombes Pol. Dr. Budi Adhy Buono, S.H., S.I.K., M.H., yang hadir dalam dialog terbuka bersama Kepala Kesbangpol Kabupaten Cilacap, Sekretaris DPRD Kabupaten Cilacap, serta perwakilan sejumlah perangkat daerah, memberikan ruang kepada perwakilan mahasiswa untuk menyampaikan berbagai tuntutan.
Aspirasi yang disampaikan meliputi evaluasi sejumlah kebijakan nasional dan daerah, penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, hingga isu perlindungan perempuan dan pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan.
Kasi Humas Polresta Cilacap Ipda Galih Secahyo mengatakan bahwa Polresta Cilacap berkomitmen memberikan pelayanan pengamanan secara profesional terhadap setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
“Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang dilindungi undang-undang. Tugas Polri adalah mengawal agar hak tersebut dapat dilaksanakan dengan tertib, aman, dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang terbangun melalui dialog terbuka menjadi langkah positif dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan para pemangku kepentingan, sehingga berbagai masukan dapat disampaikan secara langsung dalam suasana yang kondusif.
“Kami mengapresiasi seluruh peserta aksi yang menyampaikan aspirasi secara damai serta seluruh pihak yang hadir dalam dialog terbuka. Komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah,” jelasnya.
Setelah dialog selesai, peserta aksi membubarkan diri secara tertib, sementara personel Polresta Cilacap tetap melakukan pengamanan hingga seluruh massa meninggalkan lokasi.
Ipda Galih menegaskan Polresta Cilacap akan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Kami akan terus mengedepankan pengamanan yang humanis, profesional, dan sesuai prosedur. Harapannya, setiap penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara damai sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Cilacap tetap terjaga,” pungkasnya.
