Presiden Prabowo Sebut Bahasa Portugis Brasil dan Prancis Jadi Prioritas, Publik Pertanyakan Timbal Baliknya

  • Bagikan

MetronusaNews.id | Jakarta – Pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai pentingnya penguasaan Bahasa Portugis Brasil (Brazilian Portuguese) dan Bahasa Prancis sebagai bagian dari penguatan kompetensi global generasi muda Indonesia menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pelajar Indonesia terhadap peluang pendidikan, perdagangan, investasi, dan kerja sama internasional.

Brasil sendiri merupakan salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin dan anggota kelompok ekonomi besar dunia, sehingga penguasaan Bahasa Portugis Brasil dinilai memiliki nilai strategis di masa depan.

Namun demikian, sejumlah kalangan mempertanyakan aspek timbal balik dari kebijakan tersebut. Jika Indonesia mendorong peserta didik untuk mempelajari Bahasa Portugis Brasil dan Bahasa Prancis, apakah Brasil dan Prancis juga memberikan ruang yang sama bagi Bahasa Indonesia dalam sistem pendidikan mereka?

Pertanyaan tersebut muncul sebagai bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai diplomasi kebahasaan dan posisi Bahasa Indonesia di tingkat global.

Saat ini Bahasa Indonesia memang telah diajarkan di sejumlah universitas dan lembaga pendidikan di berbagai negara, termasuk di Brasil dan Prancis. Namun pengajarannya masih terbatas pada program studi tertentu, seperti studi Asia Tenggara, hubungan internasional, atau kajian bahasa asing. Bahasa Indonesia belum menjadi bahasa prioritas nasional dalam kurikulum pendidikan kedua negara tersebut.

Pengamat pendidikan menilai bahwa penguasaan bahasa asing merupakan kebutuhan di era globalisasi. Akan tetapi, upaya tersebut sebaiknya dibarengi dengan strategi yang mendorong pengakuan dan penyebaran Bahasa Indonesia di luar negeri.

Menurut mereka, kerja sama pendidikan yang bersifat timbal balik dapat menjadi solusi. Melalui mekanisme tersebut, Indonesia tidak hanya mengirim pelajar untuk mempelajari bahasa asing, tetapi juga memperluas kesempatan bagi masyarakat negara mitra untuk mempelajari Bahasa Indonesia dan mengenal budaya Nusantara.

Bahasa Indonesia sendiri saat ini menjadi salah satu bahasa dengan jumlah penutur terbesar di dunia dan telah digunakan dalam berbagai forum internasional. Karena itu, banyak pihak berharap penguatan bahasa asing tidak mengurangi upaya menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang semakin diperhitungkan di kancah global.

Perdebatan mengenai prioritas pembelajaran Bahasa Portugis Brasil dan Bahasa Prancis pada akhirnya membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai arah kebijakan pendidikan nasional, keseimbangan hubungan antarnegara, serta strategi diplomasi budaya Indonesia di masa mendatang.

Pertanyaan yang mengemuka bukan semata-mata apakah pelajar Indonesia perlu mempelajari bahasa asing, melainkan bagaimana Indonesia dapat memastikan bahwa Bahasa Indonesia juga memperoleh tempat yang layak untuk dipelajari dan dihargai oleh masyarakat dunia.

Penulis: TimEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *