Bronjong Sungai Cipinang Direalisasikan, Warga Kampung Muncang Kini Lebih Tenang Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor

  • Bagikan

MetronusaNews.id | Bogor – Pasca bencana banjir bandang Sungai Cipinang yang terjadi di Kampung Muncang dan Candi, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, pada Maret 2026 lalu, kondisi pinggiran sungai mengalami pengikisan cukup parah akibat erosi. Situasi ini sangat mengkhawatirkan karena jaraknya hanya beberapa meter dari permukiman rumah warga.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, bantuan penanganan bencana alam kini telah direalisasikan melalui pembangunan bronjong oleh DPUPR Kabupaten Bogor UPT Infrastruktur Irigasi Wilayah II Pengairan Parung.

Pengawas sekaligus Juru Pengairan Rumpin menjelaskan bahwa pemasangan bronjong merupakan langkah antisipasi untuk mencegah erosi susulan maupun banjir yang dapat mengancam tanah lereng di sepanjang pinggiran Sungai Cipinang, khususnya di Kampung Muncang dan Candi.

Karena pemukiman warga sangat berdekatan dengan Sungai Cipinang, pemasangan bronjong ini sangat penting sebagai pengaman tebing agar tidak terjadi longsor susulan,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Warga pun menyambut baik realisasi bantuan tersebut. Mereka merasa lega karena usulan penanganan bencana akhirnya ditindaklanjuti pemerintah.

Berdasarkan keterangan mandor lapangan, Pak Tri, pemasangan bronjong sejumlah 245 dilakukan dengan panjang sisi kanan 52 meter, sedangkan sisi kiri masing-masing 12 meter dan 8 meter.

Bronjong sendiri merupakan anyaman kawat baja berbentuk kubus atau balok yang diisi batu-batuan. Konstruksi ini umum digunakan sebagai dinding penahan tanah di area tebing, lereng, maupun tepi sungai agar lebih kuat dan tahan terhadap arus air.

Saat ini, pengerjaan bronjong di sempadan Sungai Cipinang, Daerah Irigasi Candi-Muncang, hampir selesai.

Menurut H. Moch. Odih, Juru Pengairan Kecamatan Rumpin UPT Infrastuktur Irigasi Wilayah II Pengairan Parung, pemasangan kawat bronjong dilakukan oleh tenaga kerja yang berpengalaman agar hasilnya rapi, kokoh, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Pemasangan dilakukan oleh pekerja yang sudah ahli, sehingga susunan batu dan kawat bronjong di tebing bisa tertata dengan baik dan kuat,” katanya.
Sementara itu, Deden sumantri selaku petugas UPT irigasi wilayah kecamatan rumpin, juga menyampaikan bahwa setiap usulan warga terkait penanganan bencana alam akan terus didata dan ditindaklanjuti untuk diajukan kepada dinas terkait.

“Usulan masyarakat akan kami data, dan apabila memenuhi kebutuhan mendesak, akan kami tindak lanjuti untuk diajukan ke dinas terkait,” jelasnya.

Pembangunan bronjong ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap keselamatan warga, khususnya dalam mencegah banjir, longsor, serta hilangnya tanah di sekitar permukiman yang sangat dekat dengan bibir Sungai Cipinang.

Usulan masyarakat akan kami data, dan apabila memenuhi kebutuhan mendesak, akan kami tindak lanjuti untuk diajukan ke dinas terkait,” jelasnya.

Pembangunan bronjong ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap keselamatan warga, khususnya dalam mencegah banjir, longsor, serta hilangnya tanah di sekitar permukiman yang sangat dekat dengan bibir Sungai Cipinang.

Dengan jarak tebing sungai yang hanya sekitar dua meter dari rumah warga, keberadaan bronjong dinilai sangat penting untuk mencegah ancaman erosi yang dapat membahayakan permukiman masyarakat, Tandasnya.

Penulis: SigitEditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *