
MetronusaNews.id | Jakarta – Langkah besar menuju energi berkelanjutan resmi dimulai. Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pertamina menjalin kerja sama strategis untuk mengolah minyak jelantah dari operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata penerapan konsep circular economy, di mana limbah dapur dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya dianggap sisa tak bernilai, kini dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang bernilai tinggi.
Dengan potensi sekitar 28.000 SPPG di seluruh Indonesia yang melayani 61,99 juta penerima manfaat, ekosistem pengumpulan Used Cooking Oil (UCO) ini diharapkan mampu mendukung target kemandirian energi nasional sekaligus menekan emisi karbon secara signifikan.
Langkah ini membuktikan bahwa dua sektor strategis bangsa, yakni pangan dan energi, dapat berjalan beriringan. Melalui penyediaan makanan bergizi bagi generasi penerus, Indonesia juga turut mendorong inovasi teknologi hijau yang ramah lingkungan.
Inilah bentuk komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Sumber : Facebook Badan Gizi Nasional
