Darurat Narkoba di Padang Matinggi: “SI KEMBAR” Diduga Beroperasi Terang-Terangan, Aparat Diuji!

  • Bagikan

MetronusaNews.id | LABUHANBATU — Alarm bahaya narkoba di Kelurahan Padang Matinggi, khususnya Kampung Jawa, kini berada di titik yang tidak bisa lagi ditoleransi. Peredaran sabu yang diduga dikendalikan oleh sosok yang dikenal sebagai “Si Kembar” disebut berlangsung terang-terangan, tanpa rasa takut, seolah hukum tak lagi punya daya di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan, sebuah rumah di tengah permukiman padat telah lama dicurigai sebagai pusat aktivitas transaksi narkoba. Ironisnya, aktivitas itu disebut berjalan nyaris tanpa gangguan, dengan lalu lalang orang tak dikenal yang datang dan pergi secara intens.

“Ini bukan rahasia lagi. Semua orang tahu. Tapi kenapa seperti dibiarkan?” ungkap seorang warga dengan nada geram, meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius: di mana peran penegakan hukum?
Jika dugaan ini benar dan berlangsung terus-menerus, maka publik berhak mempertanyakan efektivitas pengawasan aparat di wilayah tersebut.

Lebih mengkhawatirkan, praktik yang diduga terjadi ini berlangsung di lingkungan tempat anak-anak tumbuh. Ancaman kerusakan generasi muda kini bukan lagi potensi — melainkan kenyataan yang ada di depan mata.

Efek lanjutan mulai terasa. Warga mengaitkan maraknya peredaran narkoba dengan meningkatnya keresahan sosial, potensi tindak kriminal, hingga hilangnya rasa aman di lingkungan sendiri.

“Kami hidup dalam ketakutan. Setiap hari melihat transaksi itu. Mau diam, salah. Mau melapor, takut,” ujar warga lainnya.

Tekanan publik kini mengarah langsung kepada aparat penegak hukum, khususnya Satres Narkoba Polres Labuhanbatu. Tidak ada lagi ruang untuk lamban, apalagi pembiaran. Jika tidak segera ditindak, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi krisis sosial yang lebih luas.

Tiga tuntutan tegas masyarakat:
1.Penggerebekan segera terhadap lokasi yang diduga menjadi pusat transaksi
2.Penangkapan aktor utama yang dikenal sebagai “Si Kembar” tanpa kompromi
3.Jaminan perlindungan nyata bagi warga pelapor

Media kini menegaskan: penegakan hukum tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba.
Jika praktik ini benar terjadi secara terbuka, maka ini bukan sekadar pelanggaran — melainkan tamparan terhadap wibawa hukum itu sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan kuat yang beredar di tengah masyarakat.

Publik menunggu, dan waktu terus berjalan.
Apakah aparat akan bertindak, atau justru membiarkan wilayah ini tenggelam dalam darurat narkoba?

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *