Dugaan Sarang Sabu di Sei Berombang : Nama Kadek Muncul, Aktivitas Mencurigakan Terendus di Lingkungan Warga

  • Bagikan

MetronusaNews.id | Labuhanbatu — Ketenangan warga Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, terusik oleh dugaan maraknya peredaran narkotika jenis sabu yang disebut-sebut dikendalikan seorang pria bernama Kadek. Informasi ini mencuat dari penelusuran lapangan dan keluhan warga yang disampaikan pada Sabtu (14/03/2026).

Temuan Lapangan: Rumah Diduga Jadi Titik Transaksi
Berdasarkan hasil penelusuran dan keterangan sejumlah warga, aktivitas mencurigakan diduga terpusat di sebuah rumah yang disebut milik Kadek. Lokasi tersebut disebut kerap didatangi orang-orang tak dikenal dengan intensitas tinggi, terutama pada jam-jam tertentu.
Warga mengamati pola yang sama: keluar-masuk orang dalam waktu singkat, diduga kuat berkaitan dengan transaksi narkotika.

“Hampir setiap hari ada orang datang silih berganti. Mereka tidak dikenal, datang sebentar lalu pergi. Kami menduga itu transaksi sabu,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Lingkungan Mulai Tidak Kondusif
Situasi ini memicu keresahan serius. Warga menyebut lingkungan mereka kini tidak lagi aman, dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi kriminalitas seperti pencurian serta dampak sosial bagi generasi muda.

Lebih mengkhawatirkan, lokasi tersebut berada di kawasan padat penduduk, sehingga potensi paparan narkoba terhadap remaja dan anak-anak semakin besar.

Dugaan Aktivitas Terstruktur
Selain transaksi, rumah tersebut juga diduga menjadi tempat berkumpulnya para pengguna. Aktivitas ini disebut meningkat pada malam hari, mengindikasikan kemungkinan adanya pola peredaran yang terorganisir.

Meski belum ada tindakan resmi yang diumumkan aparat, warga menilai situasi ini tidak bisa lagi dianggap sepele.

Desakan Warga: Polisi Harus Bertindak
Warga secara terbuka mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polsek Panai Hilir dan Satres Narkoba Polres Labuhanbatu, untuk segera turun tangan.
Beberapa tuntutan warga antara lain:
-Pengawasan dan patroli rutin di lokasi rawan
-Penyelidikan mendalam terhadap dugaan jaringan
-Penggerebekan dan penindakan tegas terhadap pelaku
-Perlindungan bagi pelapor dari ancaman

“Kami tidak ingin wilayah ini dicap sebagai zona merah narkoba. Aparat harus segera bertindak sebelum semuanya terlambat,” tegas warga lainnya.

Catatan Redaksi
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan aktivitas tersebut. MetronusaNews masih terus melakukan penelusuran lanjutan untuk memastikan fakta-fakta di lapangan serta membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *