
Metronusa News, Labuhanbatu | Aroma busuk peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Ajamu, Kabupaten Labuhanbatu, kian terkuak. Hasil penelusuran dan keterangan warga mengungkap dugaan kuat bahwa BC alias Bitcar, yang diketahui menjabat sebagai ketua salah satu organisasi kepemudaan di Ajamu, diduga menjadi aktor intelektual sekaligus pengendali utama jaringan peredaran sabu yang semakin eksis dan meluas hingga ke pelosok desa.
Alih-alih menjalankan fungsi organisasi sebagai wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda, BC alias Bitcar justru diduga memanfaatkan struktur, jaringan, serta pengaruh organisasi yang dipimpinnya sebagai tameng untuk memuluskan bisnis haram narkotika. Organisasi kepemudaan yang seharusnya menjadi agen perubahan sosial itu disinyalir dijadikan infrastruktur peredaran sabu demi keuntungan pribadi.
Menurut narasumber terpercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan, jaringan sabu yang diduga dikendalikan BC alias Bitcar tidak hanya mengaktifkan kembali titik-titik lama, tetapi juga membuka titik atau “mesin” peredaran baru di sejumlah lokasi strategis di Ajamu dan sekitarnya. Kondisi ini membuat peredaran sabu kian masif dan sulit dikendalikan.
“Kegiatan peredaran sabu ini semakin terbuka dan terorganisir. Banyak titik lama kembali aktif, bahkan muncul titik-titik baru,” ungkap sumber tersebut.
Warga juga menyoroti dugaan kedekatan BC alias Bitcar dengan aparat penegak hukum. Kedekatan itu diduga muncul karena statusnya sebagai pimpinan organisasi kepemudaan, yang kemudian dimanfaatkan untuk menciptakan rasa aman palsu dan menghindari jerat hukum.
Dampak dari maraknya peredaran sabu ini dirasakan langsung oleh masyarakat Ajamu. Warga mengaku resah, sering mengalami kehilangan, serta diliputi ketakutan anak-anak mereka terjerumus atau menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Masyarakat menilai sabu merupakan musuh negara yang secara perlahan menghancurkan masa depan generasi muda.
Desakan publik terhadap Polres Labuhanbatu pun semakin menguat. Warga meminta kepolisian bertindak tegas dan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pengedar narkoba untuk terus merusak stabilitas keamanan dan ketertiban di Ajamu.
Masyarakat juga mendesak agar dilakukan pengintaian khusus terhadap jaringan peredaran sabu yang diduga dikendalikan BC alias Bitcar.
Selain itu, harapan besar juga disampaikan kepada unsur intelijen TNI. Publik meminta Intel Korem 022/Pantai Timur serta Intel Kodim 0209/Labuhanbatu agar melakukan penyelidikan ulang secara mendalam terhadap dugaan keterlibatan BC alias Bitcar. Jika informasi tersebut terbukti benar, masyarakat mendesak agar aparat segera bertindak tegas demi memulihkan rasa aman warga.
Hingga kini, warga Ajamu terus memantau perkembangan situasi dan berharap adanya langkah nyata dari aparat penegak hukum dalam waktu dekat untuk membersihkan desa mereka dari jeratan narkoba. Masa depan generasi muda Ajamu menjadi taruhan yang tidak boleh diabaikan.
