
Metronusa News, Cilacap | Dugaan tersebut muncul setelah tim media melakukan kroscek lapangan. Dan menemukan beberapa item pekerjaan yang diduga asal-asalan. Tentu ini tidak sesuai dengan Azas manfaat dan efisiensi Anggaran Negara.

Dan itu diakui oleh salah seorang guru yang berinisial R. Bahwa bangunan gedung yang di kerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) senilai Rp.410.362.000, untuk bagian gunung-gunung nya diduga dalam keadaan miring dan akan di bongkar kembali menggunakan Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Ungkapan dari pada R. 07/01/2026.

Tim juga konfirmasi dengan kepala sekolah SMA Negeri 1 Cipari yang menjabat pada saat itu yaitu S melalui via WhatsApp. S memberikan jawaban. Silakan konfirmasi sendiri ke Sekolah setahu saya disana kontruksi sudah sesuai dengan hasil kordinasi dengan konsultan Teknis. Kayu bekas boleh dipakai yang penting masih layak. Itu kayu kanver atas rekomendasi konsultan Teknis. Mongo silakan konfirmasi ke sekolah kalau ada yang di ragukan.16/01/2026.
Tentun apa yg diterangkan oleh S, cuma penggunaan kayu bekas. Tapi tidak menerangkan terkait. Gunung-gunung yang diduga kondisi nya miring. Dan kayu bekas yang digunakan diduga sudah berjamur.

Tim media juga konfirmasi dengan Y selaku konsultan melalui WhatsApp, Y mengatakan foto kapan itu. Pas saya kesana sudah saya sampaikan yang tidak bagus di ganti. Pekerjaan tambal sulam yang gording.
Tapi Y selaku konsultan tidak memberikan jawaban terkait kondisi gunung-gunung yang diduga kondisinya miring. Diduga menghindar dari pertanyaan itu termasuk S selaku kepala sekolah pada saat itu.

TO selaku aktivis berharap dugaan temuan tersebut, harus segera di lakukan pembongkaran pada gunung-gunung yang diduga miring. Bukan hanya dilakukan plester supaya terlihat tegak lurus.
Mengingat ini adalah vital apabila terjadi patah ini sangat membahayakan siswa. Termasuk kayu Gording bekas yang di gunakan dan diduga dalam kondisi sudah berjamur.

Harus menjadi perhatian Inspektorat, BPKP termasuk Dirjen pendidikan. Jangan di biarkan, jangan setelah terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Baru mencari kambing hitam. Dengan dalih terkadang diluar nalar. Dan TO juga berharap juga menjadi perhatian Aparat Penegak Hukum (APH) pungkasnya.18/01/2026.

Betapa busuknya sekolah ketika di pimpin oleh kepsek ya gabisa jadi kepsek,
1.anak” ga pernah di arahin untuk lomba(untuk mau ikut lomba harus ngulik sendiri) karena sekolah sangat jarang untuk mendorong anak” nya lomba
2.dan ketika anak” nya juara lomba pun uang nya di ambil dan anak” hanya diberi sekitar 5% dari total prize pool
3.ada uang tarikan setiap terima rapot di 350-500
4.anak nya sendiri dapat privilege,ketika kelas 10 dia gapernah samsek masuk kelas+sering bolos tbtb saat terima raport dia dapat ranking 6 dan di paralel 30
5.banyak sekali fasilitas mangkrak ketika di pimpin oleh beliau seperti kipas yang hanya ada 1 dikelas,proyektor yang rusak disetiap kelas,lantai yang pecah”,tidak adanya lab fisika, foto presiden pun di tempel seadanya dengan lakban hitam
6.minimnya transparasi dana ketika dipimpin beliau, bahkan ketika ada beberapa siswa yang tanya “kemana dana bos nya” mereka langsung dikirim ke bk(saya kurang tau apa yang dibahas didalam nya)
7.guru” lain yang dibungkam, bahkan guru” lain pun gaberani buat speak up tentang masalah” yang ada disekolah ini,ketika siswa lain udah muak dengan kelakuan anak nya beliau(menggunakan sepeda motor teman dan mabok”an+privilege nilai)
8.ketika mau pindah sekolah ke sma lain pun dipersulit kerena beliau pernah jadi kepsek disana
Masih banyak lagi keluhan” yang saya dan teman” saya rasakan ketika sekolah disitu,saya harap jika waktu bisa diulang mungkin saya ga pilih sekolah disitu,saya harap setelah jabatan kepala sekolah dipegang oleh pak muftar jadi membaik,buat temen” yang udah terlanjur sekolah disini dan pengen banget kuliah di top 10,jangan harepin snbp,have a good day guys♥️
Dana BOS ada, tapi dampaknya belum terasa. Minimnya alokasi untuk pembangunan membuat fasilitas sekolah tertinggal dan kualitas belajar ikut terpengaruh. Jadi perlu di tindak lebih lanjut terkait kemana dana bos nya di gunakan.