Lestarikan Tradisi, Desa Sawangan Gelar Ritual “Apit-apitan” dan Ruwat Bumi

  • Bagikan

Metronusa News, CILACAP, – Pemerintah Desa Sawangan kembali menggelar tradisi tahunan “Apit-apitan” sebagai bentuk syukur dan pelestarian budaya lokal. Namun, perhelatan tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan siklus tiga tahunan yang dirayakan secara lebih meriah.

Kepala Desa Sawangan, Bapak Sumarto, menjelaskan bahwa tradisi Apit-apitan kali ini dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir meliputi: Kerja Bakti Lingkungan: Pembersihan area desa dan fasilitas umum. Pembersihan Makam: Ziarah dan pembersihan makam leluhur desa.

Kirab Hasil Bumi: Pawai gunungan hasil pertanian sebagai simbol kemakmuran. Ruwat Bumi: Ritual inti untuk memohon keselamatan desa. Pagelaran Wayang Kulit: Sebagai puncak acara, diadakan pementasan wayang semalam suntuk.

Menurut Sumarto, ada dua tujuan utama dari pelaksanaan tradisi ini. Pertama adalah mempererat tali silaturahmi dan menghidupkan kembali semangat gotong royong antar warga Desa Sawangan. Kedua, sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas melimpahnya hasil panen.

“Ini adalah kegiatan adat tahunan. Tujuannya jelas, selain silaturahmi, kami juga bersyukur sebagai warga yang mayoritas petani atas nikmat rezeki dan berkah yang diterima selama setahun ini,” ujar Sumarto.

Hal yang menarik dari perhelatan besar ini adalah sumber pendanaannya. Sumarto menegaskan bahwa seluruh biaya kegiatan murni berasal dari swadaya masyarakat. Setiap Kepala Keluarga (KK) di Desa Sawangan turut berkontribusi secara sukarela untuk menyukseskan acara tersebut.

Pihak desa berharap tradisi ini terus terjaga sebagai identitas budaya desa sekaligus menjadi momentum pemersatu warga dalam membangun Desa Sawangan ke arah yang lebih baik.

Penulis: IntanEditor: JM
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *